Senin, 27 April 2026

Virus Corona di Batu

Kota Batu Belum Berencana Mengajukan PSBB, Beberapa Alasan jadi Pertimbangannya

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Batu, M Chori menyebut Pemkot Batu masih memilih untuk memberlakukan physical distancing daripada mengusulkan PSBB.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/HUMAS PEMKOT BATU
ILUSTRASI - Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat memberikan arahan kepada para kepala dinas di depan Bakaikota Among Tani, Senin (23/3/2020). 

SURYAMALANG.COM, BATU – Pemerintah Kota Batu belum berencanamengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Ada beberapa alasan yang membuat Pemkot Batu memilih tidak mengajukan PSBB, sikap yang berbeda dengan Pemkot Malang yang dilaporkan sudah berencana mengusulkan PSBB.

Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Batu, M Chori menerangkan ada beberapa hal yang perlu ditinjau jika ingin mengajukan PSBB.

Menurut Chori, sejauh ini Pemkot Batu masih memilih untuk memberlakukan physical distancing daripada mengusulkan PSBB.

Salah satu syarat untuk mengajukan PSBB adalah adanya peningkatan kasus dan penyebaran virus melalui transmisi lokal.

Sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor: 188/1316/013.1/2020 tentang Pengusulan PSBB di Derah, apabila daerah mau mengajukan PSBB agar dikonsultasikan kepada gubernur dengan disertai data peningkatan jumlah kasus, penyebaran kasus menurut waktu, kejadian transmisi lokal, serta kesiapan daerah tentang aspek ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat, sarana dan prasarana kesehatan, anggaran dan operasional jaring pengaman sosial dan aspek keamanan

“Dengan mempertimbangkan persyaratan tersebut dan memperhatikan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Batu, maka untuk sementara Pemerintah Kota Batu masih mengoptimalkan kebijakan social distancing dan physical distancing,” ujar Chori, Kamis (16/4/2020).

Di Kota Batu, ada dua laporan kasus pasien positif Covid-19. Satu pasien saat ini tengah menjalani perawatan, sementara satunya lagi telah dinyatakan negatif Covid-19 sejak pekan ini.

Penularan yang terjadi di Kota Batu akibat dari adanya tamu yang datang dari luar kota dan bagian dari klaster asrama haji di Sukolilo, Surabaya.

Dibanding Kota Malang dan Kabupaten Malang, laporan kasus pasien positif di Kota Batu jauh lebih sedikit.

Di Kota Malang, hingga Rabu (15/4/2020), dilaporkan ada 8 kasus pasien positif Covid-19. 7 di antaranya sudah negatif, menyisakan satu pasien yang masih dalam perawatan.

Sementara Kabupaten Malang, di waktu yang sama, dilaporkan ada 13 pasien positif Covid-19. 8 orang dalam perawatan, 4 lainnya dinyatakan negatif dan 1 orang meninggal dunia.

Dengan menerapkan disiplin social distancing dan physical distancing, Pemkot Batu mengimbau agar masyarakat bisa menjaga jarak dan tetap berada di rumah jika tidak ada keperluan yang begitu mendesak.

Masyarakat juga diimbau tidak membuat kerumunan. Selain itu, Pemkot Batu memblokade jalan utama di tengah kota saat akhir pekan.

“Sampai saat ini masih tetap sambil menunggu evaluasi yaitu dilaksanakan setiap Jumat hingga Minggu. Yakni pukul 09.00 -18.00 dan 18.00 -22.00,” imbuh Chori.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved