Kesehatan

Benarkah Virus Corona Hasil dari Teori Konspirasi Senjata Biologis Pemusnah Massal? Simak Uraian Ini

virus corona atau Covid-19 mewabah akhir tahun 2019 di Wuhan, China hingga terus menyebar ke seluruh dunia, berbagai teori konspirasi

Editor: eko darmoko
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 

Melansir BBC News, teori ini muncul dari viralnya video yang menunjukkan menara ponsel terbakar di Birmingham dan Merseyside.

Jaringan seluler Inggris telah melaporkan 20 kasus tiang yang menjadi sasaran dalam dugaan serangan pembakaran selama akhir pekan saat Paskah lalu.

Termasuk kerusakan pada tiang yang menyediakan konektivitas seluler ke Rumah Sakit Nightingale Birmingham.

Video kebakaran menara tersebut tersebar di berbagai situs media sosial, seperti Facebook, Instagram dan YouTube.

Jaringan 5G adalah jaringan ponsel yang dibawa oleh gelombang radio, namun teori konspirasi ini menyebut jaringan ini bertanggung jawab atas penyebaran virus corona.

Para ilmuwan mengatakan gagasan tentang hubungan antara Covid-19 dan jaringan 5G adalah sampah lengkap dan secara biologis itu tidak mungkin.

Teori konspirasi telah dicap sebagai berita palsu terburuk oleh Direktur Medis NHS England Stephen Powis. Jaringan 5G juga diklaim bisa menekan sistem kekebalan.

Klaim ini juga semakin memberi informasi berlebihan yang tidak benar kepada masyarakat.

Sebab, teori ini secara langsung menunjukkan informasi yang salah tentang kerentanan seseorang terkena virus akibat teknologi 5G.

Virus corona atau Covid-19 sudah menjalar hampir di seluruh dunia.
Virus corona atau Covid-19 sudah menjalar hampir di seluruh dunia. (shutterstock via kompas.com)

Teori konspirasi dari pemerintah

Kendati demikian, teori konspirasi yang bermunculan juga memberikan banyak peluang bagi pemerintah di sejumlah negara.

Seperti dilansir dari New York Times, mengantisipasi serangan politik dengan memanfaatkan kondisi pandemi virus corona ini, tidak sedikit pemerintah yang memperdagangkan klaim palsu mereka sendiri.

Seorang pejabat senior China mendorong klaim virus itu diperkenalkan ke negara ini oleh anggota Angkatan Darat Amerika Serikat.

Lebih buruknya, tuduhan itu diizinkan berkembang di media sosial China yang dikontrol ketat.

Di Venezuela, Presiden Nicolás Maduro menyarankan virus itu sebagai bioweapon Amerika yang ditujukan untuk China.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved