Kesehatan

Ilmuwan di Seluruh Dunia Sibuk Melacak Asal-usul Virus Corona, Benarkah Hasil Rekayasa Genetika?

Ilmuwan di Seluruh Dunia Sibuk Melacak Asal-usul Virus Corona, Benarkah Hasil dari Rekayasa Genetika

Editor: eko darmoko
Shutterstock via Kompas.com
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 

Virus corona dari trenggiling bisa ditularkan ke manusia, baik secara langsung atau melalui inang perantara seperti musang.

Selanjutnya, karakteristik spike protein lain yang berbeda dari virus SARS-CoV-2, situs pembelahan, dapat berevolusi dalam inang manusia.

Kemungkinkan evolusi itu terjadi melalui sirkulasi terbatas yang tidak terdeteksi dalam populasi manusia sebelum awal epidemi.

Para peneliti menemukan bahwa situs pembelahan virus SARS-CoV-2, tampak mirip dengan situs pembelahan strain flu burung yang telah terbukti menularkan dengan mudah di antara orang-orang.

Ilustrasi Virus Corona
Ilustrasi Virus Corona (Stocktrek Images/Getty Images via Kompas.com)

Virus SARS-CoV-2 dapat berevolusi seperti situs pembelahan yang ganas di dalam sel manusia dan segera menjadi epidemi saat ini, sebab, virus corona mungkin akan jauh lebih mampu menyebar di antara manusia.

Rekan penulis studi ini, Andrew Rambaut mengingatkan, sulit atau bahkan mustahil untuk mengetahui pada titik mana skenario yang bisa memastikan asal virus corona SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19 ini.

Jika SARS-CoV-2 saat ini, masuk ke manusia dalam bentuk patogenik dari sumber hewan, itu meningkatkan kemungkinan wabah di masa depan.

Sebab, menurut Rambaut, jenis virus penyebab penyakit masih bisa beredar di populasi hewan dan mungkin sekali lagi melompat ke manusia.

Kemungkinannya lebih rendah dari virus corona non-patogen yang memasuki populasi manusia dan kemudian mengembangkan sifat-sifat yang mirip dengan SARS-CoV-2.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved