Kesehatan

Temuan Baru untuk Menyembuhkan Pasien Virus Corona dengan Cara Terapi Plasma Darah

Temuan Baru untuk Menyembuhkan Pasien Virus Corona atau Covid-19 dengan Cara Terapi Plasma Darah

Editor: eko darmoko
SHUTTERSTOCK/CORONA BOREALIS STUDIO
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 dalam bentuk 3D 

SURYAMALANG.COM - Ada terobosan baru untuk mengobati penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona.

Pengobatan ini dengan prosedur donor plasma darah.

Food and Drug Administration (FDA) baru-baru ini merekomendasikan para pasien Covid-19 yang telah sembuh untuk mendonorkan plasma darah mereka.

Plasma darah ini digunakan untuk terapi yang disebut bisa mengobati penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis SARS-CoV-2.

Convalescent plasma, begitu nama terapi tersebut, dilakukan dengan cara memasukkan plasma darah penuh antibodi milik pasien yang telah sembuh ke tubuh penderita Covid-19.

Kisah Sukses Selandia Baru Menumpas Corona Karena Lockdown dan Patuh, Bisakah Indonesia Mencontoh?

Nekat Buka saat Wabah Corona, Karaoke di Tuban Dirazia Petugas, 3 Pemandu Lagu Berusia Muda Diciduk

Virus Corona di Indonesia
Virus Corona di Indonesia (Shutterstock)

Situs resmi FDA menyebutkan terapi ini bisa dilakukan sebagai opsi penyembuhan Covid-19, mengingat tingkat keberhasilan yang cukup tinggi di China.

Apakah terapi ini efektif? Prof David Muljono selaku Deputy Director Eijkman Institute of Molecular Biology menyebutkan convalescent plasma sangat mungkin dilakukan termasuk di Indonesia.

“Plasma diambil dari darah pasien yang sembuh, tetapi ada kriterianya,” tutur David saat webinar yang digelar oleh The Conversation Indonesia bertajuk 'Mengukur Efektivitas Intervensi Pemerintah dalam Penanganan Covid-19', Selasa (21/4/2020).

Kriteria yang harus dimiliki eks-pasien Covid-19 antara lain usia 18-55 tahun, berat badan lebih dari 50 kilogram, tidak memiliki penyakit penyerta, serta mampu mendonorkan darahnya.

“RNA pasien harus pernah positif, dengan indikasi pasien tersebut harus yang memiliki progress (penyembuhan) yang cepat dan penyakitnya tidak lebih dari tiga minggu,” paparnya.

Terapi convalescent plasma bukanlah kali pertama dilakukan untuk beberapa jenis penyakit.

David menjelaskan, sebelumnya terapi ini dilakukan untuk mengobati penyakit SARS, MERS, hantavirus, dan flu burung.

Untuk kasus Covid-19, convalescent plasma pertama kali dipraktekkan di China.

“Awalnya ada 5 orang diberi terapi itu di China, kemudian ditambah 10 orang lagi. Kemudian ada 2 orang lagi di China. Itu artinya di dunia sampai saat ini baru ada 17 orang yang diberikan terapi tersebut,” tambah David.

Berdasarkan data terbatas itu, tingkat keberhasilan convalescent plasma memang cukup tinggi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved