Kesehatan
Temuan Baru untuk Menyembuhkan Pasien Virus Corona dengan Cara Terapi Plasma Darah
Temuan Baru untuk Menyembuhkan Pasien Virus Corona atau Covid-19 dengan Cara Terapi Plasma Darah
Para pasien di China yang telah diberikan convalescent plasma mengalami penyembuhan yang lebih cepat, serta keparahan yang berkurang terutama pada saluran pernapasan.
Lalu apakah terapi ini benar efektif untuk menyembuhkan Covid-19?
David mengatakan terlalu dini untuk berkesimpulan seperti itu.
Itulah mengapa Infectious Diseases Society of America (IDSA) telah mengeluarkan rekomendasi no 7.
“Rekomendasi no 7 yang dikeluarkan IDSA menyebutkan convalescent plasma bukanlah pengobatan terakhir, dan masih belum banyak pengalaman klinis. Butuh studi lebih banyak yang diobservasi secara ketat untuk membuktikan efektivitasnya,” imbuhnya.

Respon PMI
Palang Merah Indonesia (PMI) saat ini tengah berupaya mengumpulkan plasma darah pasien sembuh Covid-19 untuk mengobati pasien yang masih dalam perawatan.
Ketua Bidang Unit Transfusi Darah PMI Linda Lukitari Waseso mengatakan, PMI telah menghubungi banyak pasien yang sembuh dari Covid-19 agar bersedia mendonorkan plasmanya demi mengobati pasien yang masih sakit.
"Kami jemput bola. Banyak yang sudah kami edukasi, sudah kami datangi, telepon, melalui (aplikasi) Zoom. Kami edukasi dulu," ujar Linda saat dihubungi, Kamis (23/4/2020).
Meskipun demikian, hingga kini PMI belum memiliki stok plasma convalescent untuk obat pasien Covid-19.
Alasannya, banyak pasien sembuh Covid-19 yang tidak memenuhi syarat sebagai donor plasma convalescent.
Ada pula pasien sembuh yang tidak bersedia mendonorkan plasmanya.
Linda berujar, PMI tidak bisa asal mengambil plasma convalescent pasien sembuh Covid-19.
"Bukannya lamban, tapi kami memilih yang terbaik karena kami berikan untuk yang sakit berat. Kalau tidak benar-benar mencari donor yang baik, bukannya sembuh, malah meninggal karena sesak napas akibat reaksi transfusi," kata dia.
PMI saat ini telah bekerja sama dengan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman untuk meneliti sampel plasma darah tersebut.