Senin, 13 April 2026

Kesehatan

China Bersedia Diselidiki WHO Terkait Penanganan Virus Corona, Tapi Setelah Pandemi Berakhir

China Bersedia Diselidiki WHO Terkait Penanganan Virus Corona, Tapi Setelah Pandemi Berakhir

Editor: eko darmoko
Shutterstock
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 China 

SURYAMALANG.COM - China mengaku siap dengan peninjauan yang dilakukan WHO dalam penanganan global terhadap wabah virus corona, Jumat (8/5/2020).

China mengatakan pihaknya akan mendukung peninjauan yang dipimpin WHO itu setelah pandemi berakhir.

Pernyataan itu diucapkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying, di tengah tekanan yang menerpa Negeri "Panda" dari seluruh dunia, untuk mengizinkan penyelidikan internasional tentang asal virus corona.

Dalam konferensi pers Hua mengatakan, peninjauan harus dilakukan secara "terbuka, transparan, dan inklusif" di bawah kepemimpinan kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Di saat Wabah Virus Corona, Donald Trump Menuduh China Menjegalnya dalam Pilpres Amerika Serikat

Kekejaman China Terhadap ABK Indonesia saat di Kapal, Tidur 3 Jam, Minum Air Laut, Makan Umpan Ikan

Ilustrasi virus corona atau Covid-19 dalam bentuk 3D
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 dalam bentuk 3D (SHUTTERSTOCK/CORONA BOREALIS STUDIO)

Ia melanjutkan, penyelidikan itu harus pada "waktu yang tepat setelah pandemi berakhir," sebagaimana dikutip dari AFP Jumat (8/5/2020).

Akan tetapi Hua tidak mengatakan peninjauan itu harus menyelidiki asal Covid-19, meski ada seruan yang diprakarsai Amerika Serikat dan Australia untuk penyelidikan internasional tentang masalah ini.

Hal itu pula yang memperkeruh suasana antara hubungan Washington dengan Beijing belakangan ini.

Sebagai gantinya, peninjauan ini harus "merangkum pengalaman dan kekurangan tanggapan internasional terhadap pandemi, memperkuat kinerja WHO, meningkatkan kapabilitas kesehatan negara, dan memberikan saran untuk meningkatkan kesiapan global terhadap penyakit menular parah," terang Hua.

Perempuan tersebut lalu menambahkan, China akan bekerja sama dengan WHO untuk melacak asal virus corona, tetapi menolak AS melakukan penyelidikan karena menuduhnya "mempolitisasi masalah".

Hua menekankan setiap penyelidikan harus didasarkan pada Peraturan Kesehatan Internasional, dan disahkan oleh Majelis Kesehatan Dunia atau Komite Eksekutif, yang merupakan badan ganda pengatur WHO.

Ahli epidemiologi WHO Dr Maria van Kerkhove pada Rabu (6/5/2020) berujar, badan itu sedang dalam pembicaraan dengan China untuk menyelidiki hewan sumber virus tersebut.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (www.eflagstore.com)

Presiden AS Donald Trump dan Menlu AS Mike Pompeo mengkritik keras dugaan kurangnya transparansi China.

Mereka juga berulang kali mengapungkan teori bahwa virus itu muncul dari Institut Virologi Wuhan.

Klaim itu kemudian menjadi titik pertikaian utama antara China dan AS, dengan Beijing menuduh politisi AS dari Partai Republik itu melimpahkan kesalahan sebagai strategi kampanye Pilpres.

AFP mengabarkan, sebagian besar ilmuwan percaya virus itu berasal dari hewan sebelum menular ke manusia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved