Nasional

ABK Indonesia yang Kerja di Kapal Asing Belum Mendapat Perlindungan Optimal, Ini Penjelasan Kemnaker

ABK Indonesia yang Kerja di Kapal Asing Belum Mendapat Perlindungan Optimal, Ini Penjelasan Kemnaker

KFEM via BBC
Para Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia ketika bekerja di kapal penangkap ikan yang memburu hiu. 

SURYAMALANG.COM - Perlindungan terhadap anak buah kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal asing dirasa belum optimal.

Hal ini diutarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Kemnaker mengakui perlindungan bagi awak kapal perikanan, terlebih bagi pekerja di kapal berbendera asing, belum optimal.

Padahal, sudah ada regulasi yang mengatur perlindungan bagi mereka.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kemnaker, Eva Trisiana, menjelaskan saat ini terdapat enam regulasi yang mengatur perlindungan awak kapal perikanan.

Sayangnya, kondisi di lapangan menunjukkan masih minimnya perlindungan bagi mereka.

Hal itu tercermin dari kasus terbaru yang diungkap oleh media Korea Selatan mengenai tiga jenazah Anak Buah Kapal (ABK) Indonesia yang berkerja di kapal ikan China, dilarung ke laut.

Kekejaman China Terhadap ABK Indonesia saat di Kapal, Tidur 3 Jam, Minum Air Laut, Makan Umpan Ikan

Video Rekaman Mayat ABK Indonesia Dibuang di Samudera Pasifik Heboh, Kerja 30 Jam & Dibayar 135 Ribu

ILUSTRASI
ILUSTRASI (MBCNEWS)

"Pelaksaaan perlindungan belum optimal padahal regulasi sudah ada," kata Eva dalam diskusi daring Memperbaiki Tata Kelola Awak Kapal Perikanan Indonesia, Rabu (13/5/2020).

Menurutnya, persoalan ini terjadi karena pelaksanaan perlindungan pekerja perikanan belum terkoordinir secara efektif.

Kebijakan yang ada masih bersifat sektoral.

Halaman
123
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved