Viral Daging Babi Disulap Jadi Daging Sapi, 1 Tahun Diedarkan di Pasar, Begini Cara Membedakannya

Viral daging babi disulap jadi daging sapi, 1 Tahun diedarkan di pasar, begini cara membedakannya

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang.com/kolase TribunMedan/Pixabay
daging sapi dan daging babi ilustrasi pedagang 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Belum lama ini viral daging babi disulap jadi daging sapi oleh para pedagang curang di Bandung

Parahnya, aksi pedagang curang ini sudah dilakukan selama 1 tahun dan daging babi tersebut sudah beredar di pasar tradisional. 

Untungnya kini para pedagang curang yang menjual daging babi berkedok daging sapi itu telah ditangkap polisi. 

Dari keterangan polisi, para pedagang curang ini mendapat pasokan daging babi dari Solo dengan jumlah edar selama 1 tahun mencapai 63 ton.

Tim Satgas Pangan Kabupaten Bandung sedang melakukan sidak ke Pasar Baleendah, Selasa (12/5/2020), menindak lanjuti penemuan peredaran danging babi yang diolah menyerupai daging sapi.
Tim Satgas Pangan Kabupaten Bandung sedang melakukan sidak ke Pasar Baleendah, Selasa (12/5/2020), menindak lanjuti penemuan peredaran danging babi yang diolah menyerupai daging sapi. (Tribun Jabar/Lutfi AM )

Kronologi penangkapan para pedagang curang ini terjadi pada Sabtu (9/5/2020) pukul 16.00 WIB.

Saat itu, empat oknum yang merupakan pengepul dan pengecer ditangkap oleh jajaran Polresta Bandung di Kampung Lembang, Desa Kiangkore, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. 

Tidak ada tetangga yang menyangka para pelaku menjual daging babi.

Dilansir dari TribunJabar.id artikel 'Temuan Daging Babi Direkayasa Menyerupai Daging Sapi' , Kapolresta Bandung, Kombes Pol Hendra Kurniawan menangkap oknum penjual daging babi berawal dari informasi masyarakat.

"Kronologisnya, kami mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa sekitar Desa Kiangroke ada aktivitas penjualan daging babi," ujar Hendra, di Mapolresta Bandung, Senin (11/5/2020).

Polisi kemudian melakukan penyelidikan di sekitar lokasi tempat tinggal pelaku.

Kepala Disperindag Kabupaten Bandung, Poppy Hopipah, saat ikut serta bersama Tim Satgas Pangan melakukan sidak di Pasar Baleendah, Selasa (12/5/2020).
Kepala Disperindag Kabupaten Bandung, Poppy Hopipah, saat ikut serta bersama Tim Satgas Pangan melakukan sidak di Pasar Baleendah, Selasa (12/5/2020). (Tribun Jabar/Lutfi AM)

Dari penyelidikan itu ditemukan bukti bahwa tersangka P dan T merupakan pengepul daging babi.

Mirisnya, daging babi tersebut dijual ke masyarakat dengan kedok daging sapi.

Dalam penangkapan tersebut, polisi telah meringkus empat pelaku.

Dua pelaku bertindak sebagai pengepul daging dengan inisal P (46) dan T (55), sedangkan dua lainnya adalah pengecer yaitu AS (39) dan AR (38).

Menurut Hendra, di rumah pelaku P, ditemukan barang bukti yakni dua buah freezer besar yang berisi 500 kg diduga daging babi.

Setelah dilakukan pengembangan kasus, didapati dua pengecer berinisial AR dan AS yang menjual daging ke masyarakat umum.

Dari dua pengecer tersebut ditemukan daging babi sekitar 100 kg.

Polisi menangkap pedagang daging babi yang diserupakan dengan daging sapi di Bandung.
Polisi menangkap pedagang daging babi yang diserupakan dengan daging sapi di Bandung. (Humas Polresta Bandung)

Menurut informasi yang terangkum, pelaku pengepul daging babi yang berlokasi di Banjaran, Kabupaten Bandung ini bukanlah warga setempat.

Kedua pengepul adalah warga yang mengontrak di daerah tersebut.

Rumah kontrakan tersebut dijadikan tempat untuk menyimpan ratusan kilogram daging babi.

Sudah setahun, pasokan daging babi berasal dari luar kota

Hendra menuturkan jika para pengepul daging babi ini mendapatkan pasokan dari luar kota.

P dan T mengaku mendapat daging babi dari Kota Solo, Jawa Tengah dengan harga Rp 45 ribu per kilogram.

Pelaku telah menjual daging babi berkedok sapi selama sekitar satu tahun.

Menurut penuturan Hendra, P dan T menjual kepada pengecer seharga Rp 60.000 per kg, sedangkan pengecer menjual ke pasaran dengan harga Rp 75.000 - Rp 90.000 per kg.

Daging babi yang berkedok sapi itu telah dijual pelaku di tiga pasar di sekitaran Kabupaten Bandung.

Hendra mengatakan bila pelaku telah menjual di Pasar Baleendah, Banjaran dan Majalaya.

Dalam satu tahun, para oknum nakal ini telah menjual daging babi sekitar 63 ton yakni sekitar 600 kilogram per minggu.

Seperti yang diketahui, daging sapi dan babi memiliki warna yang berbeda.

Demi mengelabuhi para pembeli, para pelaku menggunakan boraks untuk mengubah warna daging babi agar menyerupai daging sapi.

"Sehingga warnanya lebih merah menyerupai daging sapi. Sebab perbedaan daging sapi dan babi, daging babi warnanya lebih pucat," katanya.

Ilustrasi daging sapi (kiri) dan daging babi (kanan).
Ilustrasi daging sapi (kiri) dan daging babi (kanan). (Kolase TribunStyle Pixabay )

Diduga daging babi yang berkedok sapi ini telah dikonsumsi rumah tangga maupun penjual bakso di tiga kecamatan tersebut.

Dari kasus tersebut, pelaku tidak memperdagangkan barang atau jasa seusai dengan standar yang dipersyaratkan undang-undang.

Menurut Kapolresta Bandung, Hendra Kurniawan, pelaku terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun penjara.

"Sebagaimana dalam pasal 91A, Jo pasal 58 ayat (6) UURI no. 41 tahun 2014, tentang peternakan dan kesehatan hewan, dan atau Pasal 62 ayat (1) jo dan Pasal 8 ayat (1) UURI no 8 th 1999 tentang Perlindungan Konsumen," kata dia.

Kendati demikian, kasus ini masih dalam pengembangan, diduga ada beberapa pelaku lain.

Selain itu, Kapolresta Bandung mengimbau masyarakat agar tidak resah akan kejadian itu.

Dirinya juga berharap agar masyarakat lebih waspada apabila ada penjual daging sapi yang menjual dengan harga dibawah harga pasaran.

Cara membedakan daging sapi dan daging babi 

Agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan tak tertipu penjual nakal, simak cara membedakan daging babi dengan daging sapi dikutip dari TribunStyle.com artikel 'Daging Babi Menjadi Daging Sapi, Simak Cara Membedakannya'

1. Warna

Ilustrasi daging babi dan daging sapi
Ilustrasi daging babi dan daging sapi (fitgracy.com)

Warna daging babi lebih pucat dari daging sapi, mirip daging ayam.

Jika daging babi dioplos, warna merahnya akan luntur.

Sementara daging sapi memiliki warna yang lebih cerah dan segar, serta tidak berubah saat dicuci dengan air.

2. Serat

Daging babi memiliki serat yang lebih lembek dari daging sapi.

Garis seratnya pun samar-samar, dan ketika ditarik akan merenggang.

Berbeda dengan daging sapi yang seratnya padat, kaku, dan garisnya terlihat jelas.

3. Lemak

Ilustrasi daging babi
Ilustrasi daging babi (Pixabay)

Tekstur lemak daging babi lebih kaku, agak kering, dan tampak berserat.

Sementara lemak daging sapi cenderung lebih elastis, basah, dan susah lepas dari dagingnya.

Namun, hati-hati, lemak ginjal keduanya memang mirip.

4. Tekstur

Ilustrasi daging sapi
Ilustrasi daging sapi (Pixabay)

Tekstur daging babi lebih kenyal dari daging sapi yang lebih solid dan keras.

5. Aroma

Pada aroma, daging babi tak berbau anyir seperti daging pada umumnya.

Sementara daging sapi jelas memiliki bau anyir.

Tips memilih daging sapi segar 

Dirangkum dari laman Brightside.me, ada tips memilih daging berkualitas dari para koki restoran yang bisa dicontoh: 

1. Berbau Khas Daging

Untuk daging yang sehat, jelas cirinya salah satunya adalah masih dalam kondisi segar.

Untuk daging sapi yang dinyatakan segar dan sehat, pastikan bahwa aroma yang Anda tangkap dari daging tersebut adalah khas bau daging bukan bau yang lain.

2. Berwarna Merah Segar

 Selain dari aroma, Ketika anda hendak membedakan apakah daging yang anda beli dalam keadaan baik atau busuk caranya yaitu dengan memperhatikan warna daging itu sendiri.

Karena daging sapi segar tentunya memiliki warna yang berbeda dari yang sudah busuk.

3. Tak Berair

Meski bahaya daging sapi bagi kesehatan memang cukup besar, tak ada salahnya untuk memakannya sekali-sekali.

Apabila Anda menemukan adanya cairan warna merah seperti cairan darah, itu sebenarnya bukan darah.

Cairan tersebut merupakan sari daging sapi, tapi pastikan daging tidaklah berair.

4. Berlemak Kekuningan

Khusus daging sapi yang masih termasuk segar dan sehat, maka tandanya adalah adanya lemak dengan warna kekuningan ditambah juga dengan tampilan agak mengkilap.

Maka dari itu, justru Anda harus berhati-hati dan sebaiknya tak membeli daging sapi dengan lemak yang kelihatan kering serta berwarna agak coklat/pucat.

Hal tersebut dapat menjadi kemungkinan bahwa daging sapi adalah sisa kemarin.

5. Berserat Halus

Selain adanya lemak yang kekuningan, ciri dari daging sapi yang sehat dan segar adalah mempunyai atau menampakkan serat-serat alami.

Serat-serat tersebut pun tampak begitu halus dengan sedikit lemak.

Jadi dengan adanya ciri satu ini, Anda akan lebih mudah sebetulnya dalam membedakan daging ini dari daging lainnya.

6. Bertekstur Kenyal

Sebelum anda membeli daging, maka tidak akan ada salahnya apabila anda melihat tekstur daging itu sendiri.

Daging sapi yang sehat adalah daging yang segar dan bertekstur kenyal.

Sebelum membeli dan mengolahnya, Anda bisa mencoba untuk merasakan apakah daging tersebut kenyal atau tidak dengan cara menekan sedikit di permukaan daging.

Ketika sehabis ditekan bisa kembali ke posisi seperti semula, bisa dipastikan daging tersebut masih segar.

Daging yang masih segar artinya juga adalah daging yang sehat.

Jangan mencoba untuk memilih daging yang lembek saat Anda menekannya.

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved