Kesehatan

Apakah Virus Corona Berasal dari Alam Atau Buatan Manusia? Simak Hasil Penelitian Berikut Ini

Sebuah kajian menyebutkan bahwa virus corona 100 persen secara alami berasal dari alam. Virus corona penyebab penyakit Covid-19 bukan buatan manusia

Shutterstock
Ilustrasi virus corona atau Covid-19 di udara. 

SURYAMALANG.COM - Sebuah kajian menyebutkan bahwa virus corona 100 persen secara alami berasal dari alam.

Atau dengan kata lain, virus corona penyebab penyakit Covid-19 bukan buatan manusia.

Dijelaskan ahli biologi molekuler Indonesia Ahmad Rusdan Handoyo Utomo, salah satu alasan mendesar virus ini berasal dari alam adalah pengurutan gen virus coronanya.

Virus corona SARS-CoV-2 sangat mirip dengan virus corona yang ditemukan pada kelelawar tapal kuda yang ada di Yunnan, China.

Virus corona untuk SARS-CoV-2 memiliki panjang 30.000 basa.

Ketika virus ini dilihat secara keseluruhan, kesamaannya dengan SARS hanya 80 persen.

"Jadi perbedaan (dengan SARS-CoV) cukup banyak, sekitar 20 persen," kata Ahmad dihubungi Kompas.com, Rabu (20/5/2020).

"Nah, yang terdekat itu (SARS-CoV-2) dengan genomnya coronavirus yang ditemukan pada kelelawar tapal kuda di Yunnan, China," ungkapnya.

"Ini horseshoe bat yang ditemukan di Yunnan ya. Bukan di Tomohon (Sulawesi Utara) atau Jogja."

"Sebab kasihan juga, kelelawar yang di Tomohon, Jogja katanya mau dibunuh, padahal inangnya beda," imbuhnya.

Halaman
123
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved