Plus Minus Sekolah Dibuka Lagi, Menteri Nadiem Makarim Sudah Siapkan 3 Skenario Tahun Ajaran Baru
Menjelang jadwal tahun ajaran baru 2020/2021, muncul daftar plus dan minus jika sekolah kembali dibuka di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 di
Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
SURYAMALANG.COM - Menjelang jadwal tahun ajaran baru 2020/2021, muncul daftar plus dan minus jika sekolah kembali dibuka di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia.
Meski jadwal tahun ajaran baru 2020/2021 sudah ditentukan oleh Pemerintah, namun Menteri Nadiem Makarim membantah jika sekolah akan mulai dibuka.
Menteri Nadiem Makariem sudah menyiapkan tiga skenario tahun ajaran baru di tengah pandemi virus corona di Indonesia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah menetapkan jadwal tahun ajaran baru tahun 2020/2021 yakni pada 13 Juli 2020.
Sebelumnya sempat beredar kabar jika jadwal tahun ajaran baru 2020 akan dimulai pada pertengahan bulan Juli 2020.
Namun, Menteri Nadiem Makarim membantah jika siswa dan siswi akan mulai masuk sekolah pada bulan Juli mendatang.
Semua skenario telah dipersiapkan untuk menentukan jadwal tahun ajaran baru 2020.
Kewenangan kapan masuk sekolah bagi murid sekolah ternyata bukan kewenangan mutlak Nadiem Makarim.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan telah menyiapkan berbagai skenario terkait permulaan tahun ajaran baru 2020/2021.
Hal ini disebabkan pandemi Covid-19 yang belum mereda di Tanah Air.
"Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah siap dengan semua skenario," kata Nadiem dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR, Rabu (20/5/2020), dikutip dari Kompas.com dalam berita berjudul, "Mendikbud Siapkan Skenario Memulai Tahun Ajaran Baru di Tengah Pandemi".
Nadiem mengatakan, Kemdikbud terus berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
Keputusan Kemendikbud terkait pelaksanaan tahun ajaran baru akan merujuk pada kajian Gugus Tugas.
Menteri Nadiem Makarim dengan tegas membantah soal informasi yang beredar bahwa tahun ajaran baru akan dimulai 15 Juni 2020 mendatang.
"Mohon menunggu dan saya belum bisa memberikan statement apapun untuk keputusan itu. Karena dipusatkan di gugus tugas. Mohon kesabaran. Kalau ada hoax-hoax dan apa sampai akhir tahun, itu tidak benar," kata Nadiem Makarim saat melakukan rapat kerja virtual dengan Komisi X DPR RI Jumat (22/5/2020).
