Virus Corona di Batu

Jatim Park Didorong Segera Buka Kembali, Pemkot Batu Beri Lampu Hijau Kepada Pengelola Wisata

Dewanti Rumpoko mengatakan Gubernur Jawa Timur meminta tempat wisata kebanggaan masyarakat Jatim, Jatim Park untuk segera buka kembali

Penulis: Benni Indo | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Petugas medis memeriksa suhu tubuh pengunjung yang masuk ke wahana Jatim Park 1 pada 10 Maret 2020 lalu. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Pemerintah Kota Batu telah memberi lampu hijau kepada pengelola wisata untuk membuka tempat usahanya.

Bahkan mendorong Jatim Park untuk segera buka kembali.

Hanya saja lokasi wisata dizinkan buka kembali dengan catatan ada serangkaian kelengkapan dan persyaratan yang mendukung protokol kesehatan yang harus dipenuhi.

“Sekarang pun misal tempat wisata itu sudah siap, boleh buka. Tetapi terus terang belum ada tempat yang siap,” ujar Dewanti Rumpoko, Wali Kota Batu saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota, Jl Panglima Sudirman, Senin (1/6/2020).

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri para kepala dinas dan perwakilan Forkopimdan, Dewanti Rumpoko mengatakan salah satu tempat wisata terbesar yakni Jatim Park Group sebenarnya belum siap untuk segera buka.

Tetapi dia mengatakan Gubernur Jawa Timur meminta tempat wisata kebanggaan masyarakat Jatim tersebut untuk buka.

"Sebenarnya mereka mau buka pada Agustus. Tapi salah satu atau paling banyak dua saja diminta untuk dibuka yang betul-betul disiapkan dalam waktu dekat ini," katanya.

Kesiapan destinasi wisata yang dimaksud Dewanti adalah siap dengan segala fasilitas dan sumber daya manusia (SDM).

Fasilitas seperti cuci tangan, alat pengukur suhu tubuh, karyawan yang pakai sarung tangan, pelindung wajah juga menjadi hal yang wajib dipenuhi.

Lalu juga standar operasional yang mengacu pada Perwali nomor 56 Tahun 2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 dalam Status Transisi Darurat ke Pemulihan.

“Kemudian teknisnya diturunkan ke tempat wisata masing-masing. Hal seperti itu harus disiapkan, termasuk edukasi kepada karyawannya. Itu harus karena ini kondisi yang berbeda,” katanya.

Jumlah wisatawan yang masuk ke lokasi wisata juga harus biatasi, yakni hanya 50 persen dari kapasitas biasa.

Di satu sisi sektor pariwisata bisa menggerakkan ekonomi kembali.

Tapi di sisi lain , Dewanti juga tidak ingin ketika tempat wisata buka akan membuat mereka susah.

Halaman
123
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved