Virus Corona di Jatim
Peserta Pelantikan Pengawas dan Kepala Sekolah di BKD Jatim Positif Covid-19, Ini Kata Kepala Dinas
Seluruh kepala dan pengawas SMA/SMK sebanyak 240 peserta, yang mengikuti pelantikan itu diimbau untuk menjalani rapid tes.
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Wahid Wahyudi membenarkan jika salah satu peserta pelantikan pengawas dan kepala sekolah yang meninggal positif terjangkit virus Corona (Covid-19).
Namun begitu, menurut Wahid belum tentu peserta tersebut sudah terpapar Covid-19 saat mengikuti pelantikan di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, 20 Mei lalu.
Pasalnya, pengawas sekolah asal Mojokerto tersebut baru masuk rumah sakit tiga hari pasca pelantikan dan diketahui positif Covid-19, 14 hari kemudian.
"Pelantikannya tanggal 20 Mei baru diketahui positif itu 3 Juni. Masuk rumah sakitnya tanggal 23 Mei 2020," ujar Wahid, Kamis (4/6/2020).
Wahid bercerita, pengawas sekolah tersebut memiliki sakit maag kronis. Dan sewaktu periksa diri ke rumah sakit keluhannya sakit perut.
Namun setelah itu diketahui juga ada flek di paru-parunya, dan setelah hasil swab keluar terbukti positif Covid-19.
"Dia memang perokok berat. Tetapi hasil tes swab juga positif," kata Wahid.
Menindaklanjuti hal itu, pihaknya telah mengimbau kepada seluruh kepala dan pengawas SMA/SMK yang mengikuti pelantikan untuk menjalani rapid tes.
Dari 240 peserta, 90 persen sudah melaporkan bahwa hasil rapid test nya negatif.
"Yang 10 persen belum keluar hasilnya. Mungkin besok sudah selesai seluruhnya," kata Wahid.
Lebih lanjut, ia memastikan jika saat pelantikan pengawas dan kepala sekolah di Kantor BKD Jatim tersebut telah memenuhi protokol pencegahan penyebaran Covid-19.
Mulai dari masuk disemprot disinfektan, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta memakai hand sanitizer, hingga diwajibkan gunakan masker.
Tidak hanya itu, sewaktu masuk ruangan, petugas BKD Jatim juga telah mengarahkan agar ada jarak antar peserta pelantikan.
"Setelah usai pelantikan petugas dari BKD lewat pengeras suara meminta peserta agar segera meninggalkan ruang pelantikan. Tetapi ada beberapa yang meluapkan kegembiraannya dengan menyempatkan foto-foto," tandasnya.
( Sofyan Arif Candra)