Minggu, 3 Mei 2026

Virus Corona di Malang

Seniman Tato Asal Malang Bikin Proyek Bantuan Sosial Lewat Aplikasi Bigo

Seniman tato asal Kota Malang, Koko Candukelir, memanfaatkan aplikasi Bigo guna menggelar aksi sosial bertajuk Project 13

Tayang:
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
istimewa/dok pribadi
Koko Candukelir saat membuat tato di salah satu bagian tubuh customer dan poster aksi sosial bertajuk Project 13 atau project telulas. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Seniman tato asal Kota Malang, Koko Candukelir, memanfaatkan aplikasi Bigo guna menggelar aksi sosial bertajuk Project 13 atau project telulas. 

"Kenapa pilih Bigo karena memang media yang mudah dan langsung ditonton. Serta viewer bisa ngasih gift," ujar Koko ketika dihubungi, Jumat (5/6/2020).

Koko menjelaskan Project 13 merupakan wadah bagi para seniman dan musisi untuk merepresentasikan karyanya. 

"Bisa dikatakan sebagai media promo mereka (seniman dan musisi) juga," ucap pria yang juga penghobi custom culture itu.

Aksinya live Bigo yang ditayangkan melalui akun candu13 itu juga membahas tema seputar industri kreatif. 

"Kami mewadahi bertukar pendapat seputar industri kreatif. Karena masih banyak banget industri kreatif yang belum terkenal. Sayang banget kalau hanya dinikmati oleh kalangan sendiri," beber Koko yang kini melanjutkan karirnya di Pulau Bali itu.

Agar tayangan live Bigo semakin bervariasi, Koko kerap menghadirkan beberapa bintang tamu, seperti Begundal Lowokwaru, Flanella, Adi The Hydrant dan berbagai musisi lain.

Tak hanya industri kreatif musik, bidang lain seperti clothing, tato, dan motor custom juga menjadi topik dalam live bigo yang digagas Koko.

"Ambil contoh mulai dari industri musiknya itu sendiri sudah banyak ilmu yang dibagikan oleh bintang tamu. Mulai dari market promo, hingga cara bagaimana cara maintenence media sosial agar terlihat menarik dan menjual," terang Koko.

Koko menerangkan seluruh royalti dari setiap live project yang diuangkan setiap bulannya, langung disumbangkan ke pihak yang membutuhkan.

"Semuanya atau 100 persen kami sumbangkan untuk orang yang membutuhkan. Seperti panti asuhan, panti jompo, bagi-bagi nasi di jalan dan bagi sembako. Ahamdhulilah tetap berjalan sampai saat ini," ungkapnya.

Agar manfaat sosial yang dirasakan bisa semakin masif dan meluas, Koko mengaku akan mengembangkannya dengan program project lain.

"Pogram project ke depan adalah pelatihan kerja gratis membekali ketrampilan teman-teman yang putus sekolah agar bisa bersaing. Sementara pelatihan kerja gratis rencana di Malang dan Bali dulu," tutupnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved