Virus Corona di Malang
26 Pedagang Dinyatakan Reaktif Seusai Rapid Test, Pasar Lawang Malang Berpotensi Tutup Sementara
Pasar Lawang berpotensi menutup operasinya pasca 26 pedagang dinyatakan reaktif seusai jalani rapid test corona
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
SURYAMALANG.COM | MALANG - Pasar Lawang berpotensi menutup operasinya pasca 26 pedagang dinyatakan reaktif seusai jalani rapid test corona pada tanggal 4 Juni 2020 lalu. Rapid test selanjutnya akan kembali dilakukan pada 10 Juni 2020.
"Dari 50 orang yang dilakukan tes, 26 di antaranya dinyatakan reaktif. Kini kami sedang sosialisasi kepada pedagang tentang kondisi sebenarnya," terang Camat Lawang, Mumuk Hadi Martono ketika dikonfirmasi, Selasa (9/6/2020).
Mumuk menambahkan, wacana penutupan sementara Pasar Lawang masih dibicarakan lebih lanjut dengan Pemerintah Kabupaten Malang.
"Keputusan ditutup atau tidak kita komunikasikan kepada para pimpinan dahulu," ujar Mumuk.
Sebagai pejabat yang mengetahui kondisi sebenarnya di Pasar Lawang, Mumuk menyarankan agar Pasar Lawang ditutup sementara.
"Namun, saran kami di lapangan, pasar lawang harus ditutup sementara. Karena kluster Lawang ini ditengarai dari luar daerah. Kan perdagangan di situ melibatkan dari banyak orang dari luar daerah," ucap Mumuk.
Mumuk berpendapat, penutupan sementara Pasar Lawang juga demi keselamatan masyarakat.
"Demi keselamatan, kita akan mengambil langkah terhadap keberadaan Pasar Lawang," jelas Mumuk.
Upaya menekan penularan corona di Pasar Lawang diakui Mumuk cukup susah, padahal berbagai langkah pencegahan sudah dilakukan.
"Selama ini kami adakan operasi masker dan penertiban itu tidak ngefek (tidak ada dampak signifikan) sama sekali.
Sementara itu, bagi pedagang pasar yang sudah dinyatakan reaktif sudah dihimbau oleh Mumuk agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
"Pedagang yang sudah dinyatakan reaktif kami himbau tidak berjualan. Hingga kini tetap berlangsung (aktifitas di pasar) tidak ada masalah pasarnya," tutur Mumuk.