Virus Corona di Jatim
Anak-Anak Hingga Remaja di Jatim yang Positif Corona Tembus 584 Orang
Jumlah balita, anak-anak hingga usia remaja di Jatim yang terpapar covid-19 mencapai 584 orang
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: isy
SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Jumlah balita, anak-anak hingga usia remaja di Jatim yang terpapar covid-19 mencapai 584 orang. Angka tersebut adalah jumlah kumulatif penularan covid-19 pada warga Jawa Timur usia 0 hingga 18 tahun.
Data tersebut diberikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur pada Surya, Minggu (14/6/2020). Rinciannya yaitu untuk usia 0-5 tahun secara persentase adalah 1 persen dari jumlah total kasus terkonfirmasi positif covid-19 Jatim.
Sedangkan untuk usia 6-18 tahun ada sebanyak 6,7 persen yang terpapar covid-19 dari total jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Jatim. Dengan total kasus positif covid-19 di Jatim yang mencapai 7.589 kasus, maka ditemukan bahwa jumlah anak-anak hingha remaja Jatim yang terpapar covid-19 adalah sebanyak 584 orang.
"Angka ini meningkat pesat, karena belum lama ini kita update baru 300 lebih secara kumulatif. Sekarang sudah di kisaran 500-an lebih angkanya," kata Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim Kohar Hari Santoso.
Ia mengatakan anak-anak tidak kebal covid-19.
Meski imunnya baik, sangat memungkinkan anak bisa tertular covid-19 meskipun gejalanya tidak separah orang dewasa apalagi yang memiliki komorbid atau penyakit penyerta.
Tapi meski begitu bukan berarti penularan covid-19 pada anak-anak bisa disepelekan.
Sebab terbukti bahwa ada satu orang anak-anak di Jawa Timur yang meninggal karena covid-19.
"Salah satu yang usia anak-anak yaitu 11 tahun ya meninggal dunia. Karena terinfeksi covid-19 dan ada penyerta demam berdarah," kata Kohar.
Pria yang juga Direktur Utama RSUD Saiful Anwar ini menyebutkan komorbid yang juga berbahaya adalah jika anak-anak memiliki penyakit asma, atau penyakit penyerta yang lain juga sangat berbahaya jika terpapar covid-19.
Lebih lanjut pria yang juga mantan Kadinkes Jatim ini menyampaikan mayoritas, saat ditracing, anak-anak yang terpapar covid-19 tertular dari orang dewasa yang berkontak erat dengan mereka.
Orangtua terutama dan juga bisa pula dari saudara maupun dari pengasuhnya.
Sebab anak-anak relatif tidak memiliki aktivitas dan mobilitas yang tinggi seperti orang dewasa.
Namun orang dewasa yang ada di sekitar anak yang biasanya rentan untuk menularkan.
"Maka kami tak henti mengimbau orang tua yang memiliki anak-anak di rumah untuk tidak pergi ke tempat yang ramai kerumunan. Bagi yang mobilitas tinggi juga jangan lupa untuk menerapkan protokol kesehatan saat memasuki rumah, ini penting dan tidak bisa disepelekan," tegas Kohar.