Berita Malang Hari Ini
Reaksi Pedagang Soal Rapid Test Pasar Gadang, Kota Malang : Mending Diam Saja dan Pura-pura Tak Tahu
Sejumlah pedagang enggan menjalani rapid test di Pasar Induk Gadang, Kota Malang, Rabu (17/6/2020).
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Sejumlah pedagang enggan menjalani rapid test di Pasar Induk Gadang (PIG), Kota Malang, Rabu (17/6/2020).
Pedagang enggan menjalani rapid test karena merasa takut hasilnya reaktif.
"Mending diam saja, dan pura-pura tidak tahu. Kalau reaktif, nanti tidak bisa jualan," kata pedagang sayur mayur di Pasar Gadang yang enggan disebutkan namanya.
Sampai pukul 10:45 WIB, total masih 58 pedagang yang telah menjalani rapid test.
Pemkot Malang menggelar rapid test tersebut setelah mendapat bantuan 1.000 alat rapid test dari Pemprov Jatim.
Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Malang, Wahyu Setianto menyampaikan rapid test ini akan diberikan kepada 300 pedagang.
Tetapi, pihaknya kesulitan minta pedagang untuk menjalani rapid test.
"Memang agak susah mengajak pedagang. Jadi kami masih terus keliling untuk mengajak mereka," ucap Wahyu kepada SURYAMALANG.COM.
Pihaknya akan menggelar rapid test di Pasar Induk Gadang sampai sore nanti.
Wahyu berharap pasar tradisional di Kota Malang bebas Covid-19.
"Semoga hasilnya non-reaktif. Kami tidak ingin pasar menjadi klaster baru penyebaran Covid-19," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menyampaikan rapid test ini hanya untuk mengambil sampling dari para pedagang.
Sehingga, rapid test tidak dijalani oleh semua pedagang yang berjualan di Pasar Induk Gading.
"Memang agak sedikit lambat. Lantaran pedagang yang jualan pagi ini menerusakan yang malam kemarin," ucap Sutiaji.
Orang nomor satu di Kota Malang itu juga membeberkan alasan rapid test ini hanya dilakukan Pasar Induk Gadang dan Pasar Besar Kota Malang.
Menurutnya, dua pasar tersebut merupakan pasar yang mobilitasnya cukup tinggi di Kota Malang.
Banyak pedagang atau pengunjung dari luar Kota Malang yang berkunjung ke dua pasar tersebut setiap hari.
"Kami belum tahu tingkat risikonya. Semoga tidak ada transmisi lokal di sini, dan hasilnya non-reaktif."
"Seperti di Pasar Besar Malang kemarin, semua pedagang hasilnya non-reaktif," tandasnya.