Kesehatan

Reisa Broto Asmoro Bicara Soal Obat Dexamethasone yang Disebut Bisa Sembuhkan Pasien Virus Corona

Reisa Broto Asmoro Bicara Soal Obat Dexamethasone yang Disebut Bisa Sembuhkan Pasien Virus Corona

Editor: eko darmoko
ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA via Kompas.com
Anggota Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro menjawab pertanyaan saat wawancara di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Jumat (12/6/2020). 

Bahaya konsumsi sembarangan

Namun, yang perlu diperhatikan adalah obat ini, imbuhnya, tidak untuk dikonsumsi bagi penderita hipertensi, sakit gula, dan penderita infeksi bakteri/virus karena bisa menekan sistem imun.

Terkait kabar obat ini disinyalir dapat menyelamatkan pasien Covid-19, Wawaimuli, mengungkapkan, penelitian dan pengujian tersebut masih kontroversi.

"Ini masih kontroversi, beberapa kasus digunakan untuk pasien virus corona yang berat."

"Tapi, karena sifat deksametason menekan sistem imun, justru tidak direkomendasikan, karena untuk mengeliminasi virus perlu sistem imun badan yang terjaga," lanjut dia.

Tak hanya itu, seseorang yang mengonsumsi deksametason juga akan mengalami beberapa efek samping.

"Banyak efek sampingnya, mulai dari udem atau bengkak, osteoporosis, hipertensi, sampai gangguan mental, jadi penggunaannya harus hati-hati," imbuh dia.

Mengurangi respons pertahanan alami tubuh

Sama seperti yang diungkapkan Wawaimuli, sebuah artikel dari WebMD mengungkapkan, deksametason merupakan hormon kortikosteroid (glukokortikoid).

Obat ini juga dapat mengurangi respons pertahanan alami tubuh seseorang dan mengurangi gejala pembengkakan dan alergi.

Umumnya, penggunaan deksametason digunakan untuk mengobati kondisi seperti radang sendi, gangguan darah, hormon, sistem kekebalan tubuh, reaksi alergi, kondisi kulit dan mata tertentu, masalah pernapasan, gangguan usus tertentu, dan kanker tertentu.

Sementara itu, deksametason juga digunakan sebagai tes untuk gangguan kelenjar adrenal (sindrom Cushing).

Petunjuk penggunaan deksametason

Deksametason dapat dikonsumsi dengan cara oral.

Jika Anda menggunakan bentuk obat cair, gunakan alat pengukur obat untuk mengukur dosis yang ditentukan dengan hati-hati.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved