Minggu, 12 April 2026

Pilkada Malang 2020

Sanusi Tak Peduli Analisa Pengamat Politik, 'Terserah Mereka'

Bupati Malang, Muhammad Sanusi, tak terlalu memikirkan analisa yang disampaikan para pengamat politik tentang langkah politik yang ia jalankan

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin
Bupati Malang, Muhammad Sanusi, menunjukkan relief Garuda di Candi Kidal, Desa Rejokidal Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Kamis (10/10/2019). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Bupati Malang, Muhammad Sanusi, tak terlalu memikirkan analisa yang disampaikan para pengamat politik tentang langkah politik yang ia jalankan. Sanusi juga tak melarang pengamat politik mengamati segala aktivitas yang ia lakukan.

"Itu terserah pengamat. Saya hanya menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan," kata Sanusi, Senin (22/6/2020).

Sanusi menambahkan, hingga kini belum membentuk tim sukses Pilkada Malang 2020. Karena, dirinya bersama partai belum melantik tim suksesnya.

Pengamat Sebut Status Incumbent Untungkan Sanusi Secara Politis di Pilkada Malang 2020

"Diresmikannya itu menunggu keputusan dari pusat (DPP PDIP). Nantinya, bila sudah ada perintah, baru DPD PDIP ada peresmian (tim sukses)," ujar eks politisi PKB itu.

Sanusi belum bisa menerangkan secara gamblang tentang koalisi.

Namun, ketika ditanya perihal hal tersebut, Sanusi memberikan penjelasan dengan isyarat jenis warna yang mengarah pada warna dominan partai politik.

"Hampir final semua, beberapa sudah dalam pembicaraan juga. Warnanya ada hijau, biru juga ada, orange ada," kata pria yang mengawali karier politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang ini.

Sementara itu, Sanusi enggan menjelaskan bagaimana strategi guna mendapatkan suara dari wilayah di Kabupaten Malang yang berpotensi menjadi lumbung suara baginya.

"Belum itu secara umum masih belum. Ini karena itu adalah strategi pemenangan dari partai," ungkap pria penghobi koleksi burung hias itu.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved