Selasa, 5 Mei 2026

Virus Corona di Malang

Bupati Malang Sanusi Ungkap Cara Mudah Bikin Wastafel Bambu, Sebut Kearifan Lokal Protokol Kesehatan

Sanusi mengagumi wastafel bambu di Desa Wonoayu, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Senin (22/6/2020). Inovasi wastafel bambu warga Desa

Tayang:
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Bupati Malang, Muhammad Sanusi saat berkunjung ke Kampung Tangguh Desa Wonoayu, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Senin (22/6/2020). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Banyak cara mudah yang bisa dilakukan masyarakat guna menerapkan protokol kesehatan. Bupati Malang, Muhammad Sanusi menyerukan warganya agar tak ambil pusing.

Karena bagi Sanusi, dari sebatang bambu bisa menolong masyarakat selamat dari wabah penyakit.

"Apapun yang bisa dilakukan untuk cuci tangan silahkan. Kalau tidak ada wastafel bisa pakai bambu seperti ini. Ini sudah benar," kata Sanusi mengagumi wastafel bambu di Desa Wonoayu, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Senin (22/6/2020).

Menurut Sanusi, inovasi wastafel bambu yang dilakukan warga Desa Wonoayu itu mudah diterapkan.

Bahkan, ia yakin semua warga di wilayahnya tak kesulitan untuk mencari sebatang bambu.

"Ini inovasi yang ringan dilakukan oleh desa, saya yakin semua rumah tangga punya (bambu)," tutur pria yang akrab disapa Abah Sanusi ini.

Pria yang mengawali karir politik sebagai anggota DPRD Kabupaten Malang ini menilai, kemunculan inovasi protokol kesehatan yang unik adalah indikator kemajuan Kampung Tangguh.

"Ini memang kearifan lokal, ini menunjukkan kampung tangguh itu sudah berbasis masyarakat. Jadi kekuatan masyarakat untuk melawan Covid-19," beber politisi PDIP yang tak pernah absen menghadiri giat kunjungan Kampung Tangguh di wilayahnya.

Sanusi menambahkan, Kampung Tangguh juga membuat masyarakat sadar bagaimana cara menyelamatkan diri sendiri dari virus corona.

"Jadi semua masyarakat bisa menyelamatkan diri sendiri dan mengedukasi masyarakat dengan cuci tangan pakai sabun itu," jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat agar selektif dalam menerima tamu yang hendak berkunjung.

"Sudah ada safe house, di check point kalau ada yang suhu tinggi ya ke safe house. Selektif menerima tamu-tamu yang dari luar (daerah)," himbau Sanusi.

Bagi warga desa yang hendak memeriksakan kondisi kesehatannya, Sanusi juga berpesan agar warga tak perlu khawatir.

"Lalu tracing dengan rapid test karena di desa itu sudah punya semua. Kalau reaktif baru isolasi. Dan dilanjutkan pemeriksaan swab untuk memastikan kondisinya," ucap Sanusi.

Mantan politisi PKB itu menyampaikan, masyarakat yang mendapati hasil reaktif tidak tentu terjangkit COVID-19.

Sumber: SuryaMalang
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved