Berita Malang Hari Ini

Dua Mahasiswa Malang Kedapatan Simpang Ganja 3 KG, Terancam Pidana Hukuman Mati

Ternyata tersangka RW ini bertugas sebagai kurir ganja. Tugasnya yaitu menyerahkan ganja kepada orang yang membelinya berdasarkan petunjuk dari ADB.

TribunJatim/Kukuh Kurniawan
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata saat menunjukkan barang bukti beserta kedua tersangka, Selasa (23/6/2020) 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Dua mahasiswa kota Malang terancam hukuman berat karena kedapatan memiliki ganja.

Dua mahasiswa yang ditangkap Satreskoba Polresta Malang itu berinisial RW (25), laki laki, warga Jalan Piranha Atas Kecamatan Lowokwaru dan MS (26), laki laki, warga Jalan Kolonel Sugiono Kecamatan Sukun.

RW bahkan terancam hukuman mati atau hukuman kurungan 20 tahun dalam kasus ini.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula saat petugas menangkap tersangka RW di rumahnya.

"Tersangka RW kami tangkap di rumahnya pada Kamis (14/5/2020) malam. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan barang bukti dua plastik ganja yang beratnya total 80,32 gram," ujarnya kepada TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM), Selasa (23/6/2020).

Dari penuturan tersangka RW, ternyata sebagian barang bukti ganja telah dititipkan ke temannya yaitu tersangka MS.

Akhirnya petugas langsung segera bergerak untuk menangkap tersangka MS di rumahnya.

"Saat dilakukan penggeledahan, di rumah MS ditemukan dua botol plastik kecil berisi ganja, empat bungkus plastik besar ganja, dan tiga bungkus plastik kecil ganja. Total berat semua ganja tersebut adalah 3,43 kilogram," tambahnya.

Akhirnya kedua tersangka beserta barang bukti langsung dibawa ke Mapolresta Malang Kota. Untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Dari hasil penyelidikan, semua barang bukti ganja tersebut diperoleh kedua tersangka dari seseorang berinisial ADB. Dimana ADB ini meranjau ganja tersebut di pinggir Jalan Sigura Gura Lowokwaru pada Jumat (1/5/2020) malam. Dan kedua tersangka kemudian mengambil ganja tersebut," jelasnya.

Diketahui juga, ternyata tersangka RW ini bertugas sebagai kurir ganja. Tugasnya yaitu menyerahkan ganja kepada orang yang membelinya berdasarkan petunjuk dari ADB.

"Dari pengakuan tersangka RW, diketahui telah menerima ganja dari ADB sebanyak tiga kali. Awal Januari 2020 sebanyak 2 kg, awal Maret tiga kg, dan pada awal Mei, dirinya menerima 4 kg ganja. Dan tersangka RW menerima upah dari ADB sebesar Rp 1 juta, apabila ganjanya sudah terjual sebanyak 1 kg," bebernya.

Akibat perbuatannya tersebut, kedua tersangka dipastikan akan meringkuk di dalam penjara dalam waktu yang cukup lama.

"Tersangka RW kami kenakan pasal 111 ayat (1) dan atau pasal 114 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukumannya pidana mati atau hukuman penjara paling lama 20 tahun. Sedangkan tersangka MS kami kenakan pasal 111 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dimana hukumannya paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara. Sedangkan untuk ADB, telah kami tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) dan saat ini kami masih lakukan pengejaran," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved