Breaking News:

Virus Corona di Batu

Ibu Hamil di Kota Batu Wajib Jalani Rapid Test, Agar Tak Terulang Kasus Meninggal Karena Covid-19

Kabid Tenaga Kesehatan Dinkes Kota Batu, Hayati menerangkan, ibu hamil yang tes cepat diutamakan kepada kandungan berusia 37 hingga 38 minggu.

Pregnancy Baby
ILUSTRASI - Ibu hamil wajib jalani rapid test di kota Batu 

“Beruntung di masa pandemi tidak terjadi baby booming. Mungkin juga karena takut hamil sehingga korelasi antara masa pandemi membuat angka ibu hamil meningkat itu tidak ada,” tegasnya.

Angka kehamilan sejak masa pandemi pada Maret lalu mencapai 260 orang dan meningkat pada bulan April menjadi 283 orang, dan kembali menurun pada Mei dengan jumlah 260 orang.

Seorang ibu yang tengah hamil delapan bulan meninggal dunia bersama bayinya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu menjelaskan, ibu hamil tersebut terkonfirmasi positif Covid-19 dan tercatat sebagai pasien ke-50 di Kota Batu.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, M Chori mengatakan, seorang ibu hamil meninggal dunia pada 17 Juni 2020, namun status terkonfirmasi positif Covid-19 baru keluar pada tanggal 19 Juni 2020.

Ibu hamil yang meninggal tersebut tercatat sebagai pasien ke-50 dan berstatus sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) sebelumnya.

“Riwayat pasien ke-50, pada 2 Juni 2020 mengeluh perutnya kenceng-kenceng dan berobat ke Puskesmas serta diberikan rujukan ke RS Baptis. Selanjutnya pada 3 Juni pasien berobat ke RS Baptis namun rawat jalan,” kata Chori.

Pada 10 Juli, pasien mengalami pendarahan lalu dibawa ke RS Baptis dan mulai muncul batuk. Lalu diminta untuk masuk rumah sakit guna menjalani perawatan.

“Mengingat kondisi kesehatannya sudah mulai membaik, maka pada tanggal 12 Juni 2020 yang bersangkutan diperbolehkan kembali ke rumah, meskipun masih ada batuk,” imbuh Chori.

Pada 15 Juni 2020, pasien mengalami kontraksi lalu di bawah ke RS Baptis dan diminta untuk masuk rumah sakit dan dilakukan tes cepat.

Saat itu, hasil tes cepatnya non reaktif. Namun karena ada gejala pneumonia, maka pada saat itu juga dilakukan swab.

Pada 17 Juni 2020 sekitar pukul 21.00, yang bersangkutan dirujuk ke RS Karsa Husada karena kondisinya mengalami penurunan dan terus memburuk.

Pada pukul 22.00 WIB, pasien ke-50 dinyatakan meninggal dunia oleh dokter UGD RS Karsa Husada.

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved