Breaking News:

Virus Corona di Malang

UPDATE Virus Corona di Malang Jawa Timur Hari Ini 26 Juni 2020: Pasien Positif Covid-19 Tembus 417

Simak perkembangan update virus corona Malang, Jawa Timur hingga hari ini Jumat 26 Juni 2020.

Kompas.com
Ilustrasi tes swab Covid-19 

Pasien Positif Covid-19 = 4962 orang

Pasien Sembuh Covid-19 = 1838 orang

Pasien Dirawat Covid-19 = 2755 orang

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 369 orang

ODP (Orang Dalam Pengawasan) = 4311 orang

PDP (Pasien Dalam Pengawasan) = 4614 orang 

- Jawa Timur (Jatim)

Pasien Positif Covid-19 = 10532 orang

Pasien Sembuh Covid-19 = 3429 orang

Pasien Dirawat Covid-19 = 6151 orang

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 799 orang

ODP (Orang Dalam Pengawasan) = 27902 orang

PDP (Pasien Dalam Pengawasan) = 9966 orang 

*Catatan: angka persebaran covid-19 di atas dapat berubah sewaktu-waktu.

Data di atas dikutip dari http://infocovid19.jatimprov.go.id dan https://lawancovid-19.surabaya.go.id/

Situasi di Malang Dampak Virus Corona

Presiden Jokowi dan Wali Kota Malang Targetkan Kasus Covid-19 Turun Dalam Dua Pekan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wali Kota Malang, Sutiaji menargetkan dalam dua minggu ini kasus positif Covid-19 harus berkurang.

Hal tersebut tercermin dalam acara video conference bersama Kepala Daerah, Forpimda dan Gugus Tugas Covid 19 se-Jawa Timur, Kamis (25/6/2020).

Presiden Jokowi memberikan waktu dua minggu ke Provinsi Jawa Timur agar mampu mengendalikan dan menurunkan angka kasus Covid-19.

Hal itu setelah Jawa Timur menjadi provinsi tertinggi angka kasus Covid-19 di Indonesia melewati DKI Jakarta.

"Saya kasih waktu dua minggu ini dan akan saya tunggu hasilnya," ucap Jokowi dalam rilis yang diterima SURYAMALANG.COM.

Apa yang disampaikan oleh Presiden Jokowi tersebut setelah kasus pasien positif Covid-19 Jawa Timur menyentuh angka delapan ribu lebih dalam kurun waktu 14 hari.

Oleh karenanya, Presiden Jokowi mengingatkan agar para pemangku kebijakan memiliki perasaan yang sama, bahwa saat ini Indonesia sedang pada krisis kesehatan dan ekonomi.

"Jadi kami minta jangan ada perasaan normal-normal saja. Mari ajak masyarakat agar selalu memakai masker dan mengikuti protokol kesehatan," ucapnya.

Selain itu, mantan Wali Kota Solo tersebut juga berpesan kepada masing-masing daerah agar berhati-hati sebelum menerapkan New Normal.

"Lakukan pra kondisi dan lihat timing dengan tepat. Prioritas sektor, mana yang harus dibuka lebih dulu. Jangan semuanya. Sektor yang memiliki resiko rendah didahulukan, dan begitu seterusnya," tambahnya.

Merespon hal tersebut, Wali Kota Malang, Sutiaji sebelumnya telah menargetkan dalam dua minggu ini kasus positif Covid-19 di Kota Malang bisa berkurang.

Untuk itu, pihaknya kini telah membentuk tim Satgas khusus Covid-19 yang bekerja untuk melakukan pelacakan ditingkat kecamatan.

Upaya tersebut dilakukan oleh Sutiaji mengingat angka kasus Covid-19 di Kota Malang banyak berasal dari klaster keluarga.

"Waktu dua minggu untuk target pengendalian itu sama dengan komitmen kami. Maka dari itu saat ini kami fokus untuk mengurangi pertumbuhan kasus Covid-19 melalui tracing dan treatment," ucapnya.

Sutiaji menyampaikan, bahwa pihaknya kini telah mendata, wilayah mana saja di Kota Malang yang menjadi zona merah dan zona hijau.

Oleh karenanya, dengan dibentuknya tim Satgas khusus Covid-19 tersebut diharapkan pemantauan kepada masyarakat bisa dilakukan dengan sedetail-detailnya, melalui bantuan perguruan tinggi, Puskesmas dan Forkompimda Kota Malang.

Mulai dari pelacakan di lingkup kecamatan dan pengawasan aktivitas sosial, hingga pemantauan terhadap masyarakat yang memiliki penyakit bawaan dan Lansia.

"Kami sudah buat draftnya. Tinggal SK-nya saja," tandasnya.

(Rifky Edgar/Frida Anjani/SURYAMALANG.COM)

Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved