Kamis, 14 Mei 2026

Berita Malang Hari Ini

UB Kukuhkan 2 Guru Besar Baru, Angkat Penelitian tentang Energi Alternatif

Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua guru besar baru yaitu Prof Dr Ir Agus Suryanto MS dan Prof Ir Hadi Suyono ST MT PhD IPU

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
sylvianita widyawati/suryamalang.com
Dua profesor baru Universitas Brawijaya (UB) dikukuhkan, Rabu (22/7/2020). Dari kiri, Prof Dr Ir Agus Suryanto MS dan Prof Ir Hadi Suyono ST MT PhD IPU. Mereka dari Fakuktas Pertanian dan Teknik. 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan dua guru besar baru yaitu Prof Dr Ir Agus Suryanto MS dan Prof Ir Hadi Suyono ST MT PhD IPU, Rabu (22/7/2020) di gedung Widyaloka.

Prof Agus dari Fakultas Pertanian bidang Ilmu Ekologi Tanaman. Sedang Prof Hadi dari Fakultas Teknik (FT) di bidang Ilmu Rekayasa Sistem Daya dan Kecerdasan Buatan.

Judul pidato Hadi di pengukuhan adalah 'Strategi Perfeoatan Integrasi Pembangkit Energi Baru dan Terbarukan Pada Sistem Tenaga Listrik di Indonesia'. adi memaparkan kebutuhan energi listrik di Indonesia setiap tahun ada peningkatan.

Tumpuan energi listrik masih disuplai dengan pembangkit yang memakai bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas alam.

"Dampaknya di gas emisi. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan, pembangkit listrik berbasis energi baru dan terbarukan perlu dikembangkan," kata Hadi.

Seperti PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) dan PLTB (Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/angin).

"Di Sindrap, Sulawesi, PLTB sudah dimanfaatkan masyarakat. Ini sebagai salah satu contoh peluang," jelas profesor kelahiran 20 Mei 1973 ini.

Jika ini diterapkan di setiap dinas atau lembaga pemerintah dengan membangun PLTS dan PLTB, maka akan luar biasa.

Alatnya cukup diletakkan di bagian datar gedung teratas.

Maka akan luar biasa karena bisa memasok kebutuhan energi.

"Jika diterapkan di rumah tangga yang sadar lingkungan juga bisa. Misalkan bisa memasok separuh kebutuhan listrik," papar Kajur Teknik Elektro FT UB ini.

Dikatakan, jika ini diterapkan secara masif meski kecil akan membantu mengurangi pencemaran lingkungan.

Namun jika ini menjadi masif, PLN sebagai satu-satunya penjual energi listrik di Indonesia juga harus siap untuk itu dan diperlukan regulasi yang mengatur secara detil teknisnya.

Sedang Prof Agus Suryanto menyampaikan pidato ilmiah pengukuhan profesor berjudul 'Strategi Peningkatan Efisiensi Konversi Energi Matahari pada Sistem Produksi Pertanian melalui Pengelolaan Pola Tanam'.

Menurut Agus, Indonesia sebagai negara agraris, kaya akan cahaya matahari.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved