Breaking News:

Virus Corona di Jatim

Saran Muhammadiyah Jatim Terkait Berkurban saat Pandemi Covid-19, Kelompok Penyembelihan Diperkecil

Selain menjaga jarak penyembelih juga harus menjaga protokol kesehatan dan orang yang menyembelih harus benar-benar sehat dan tidak ada indikasi sakit

TribunJatim/Sofyan Arif Candra Sakti
Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim, Tamhid Mayshudi 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - PW Muhammadiyah Jawa Timur menyarankan umat muslim agar melakukan penyembelihan hewan kurban dengan kelompok yang lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini untuk meminimalisasi adanya kerumunan sebagai bentuk pencegahan penularan Covid-19.

"Misalnya saja penyembelihan bisa dilakukan di lingkungan keluarga. Jangan mengumpul kemudian garap bareng. Karena kita tidak tahu siapa yang membawa virus sehingga bisa menularkan ke jemaah yang lain," kata Sekretaris PW Muhammadiyah Jatim, Tahmid Mayshudi, Sabtu (25/7/2020).

Selain menjaga jarak penyembelih juga harus menjaga protokol kesehatan dan orang yang menyembelih harus benar-benar sehat dan tidak ada indikasi sakit.

"Daging yang disembelih kemudian dibagikan harus dalam keadaan bersih dan penerima daging kurban diharapkan segera dimasak, agar bisa menghindari penyebaran Covid-19," lanjutnya.

Muhammadiyah sendiri, lanjut Tahmid menyelenggarakan korban bersama dengan mengumpulkan hewan kurban dari jemaah yang ingin berkurban melalui Lazismu (Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhamadiyah).

"Hewan kurbannya dijadikan satu dan disembelih di RPH yang terakreditasi di setiap kabupaten kota," kata Tahmid.

"Setelah dari RPH kita bawa ke pabrik kemudian dijadikan rendang, kornet, soto, rawon lalu dikalengkan beserta nasi yang bisa bertahan setahun," lanjutnya.

Nantinya makanan kaleng tersebut bisa disalurkan untuk bantuan kebencanaan baik bencana alam maupun penanganan Covid-19.

(Sofyan Arif Candra)

Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved