Virus Corona di Jatim
Program Lumbung Pangan Jatim Layani Free Ongkir ke 33 Daerah, Warga Banyuwangi Kini Bisa Belanja
Sebelumnya total daerah yang dijangkau mencapai 28 daerah, kini juga 5 daerah baru meliputi Banyuwangi, Situbondo, Sumenep, Sampang, dan Pamekasan.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Penulis : Fatimatus Zahro , Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemerintah provinsi Jawa Timur terus memperluas jangkauan belanja online murah gratis ongkir untuk program Lumbung Pangan.
Kini program Lumbung Pangan Jatim yang berpusat di Surabaya itu sudah melayani pengiriman gratis hingga 33 daerah di Jawa Timur.
Awalnya, layanan ini hanya dinikmati masyarakat Surabaya. Lalu meluas ke Sidoarjo dan Gresik.

Kemudian berlanjut wilayah Pasuruan, Bangkalan, Madiun, Bojonegoro dan sekitarnya.
Sebelumnya, total daerah yang dijangkau mencapai 28 daerah. Mulai hari ini, ada lima tambahan daerah yang dilayani.
Lima daerah baru itu meliputi Banyuwangi, Situbondo, Sumenep, Sampang, dan Pamekasan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap lima daerah baru itu memanfaatkan program tersebut.
"Belanja bahan pokok dengan harga terjangkau dan bebas ongkos kirim, terus kami perluas. Hari ini sudah bisa melayani 33 daerah. Tinggal lima daerah lagi, yang kita akan perluas lagi awal bulan Agustus," katanya, Jumat (31/7/2020).
Ia mengatakan perluasan daerah sengaja dilakukan utamanya di daerah yang pasarnya menjadi sampling survei BPS.

Di daerah tersebut diupayakan ada penyediaan sembako harus lebih murah di Lumbung Pangan untuk bisa menjaga stabilitas harga di lokasi tersebut.
Gubernur Khofifah memasang target pada tanggal 6 Agustus 2020, seluruh 38 kabupaten kota di Jatim sudah terlayani semua layanan Lumbung Pangan Jatim.
Berdasarkan data, antusiasme warga Jatim mengakses layanan sembako murah free ongkir ini cukup besar. Bahkan yang beli online jauh lebih banyak dibandingkan yang belanja offline.
Kemarin transaksi online free ongkir mencapai 361 transaksi. Rata-rata transaksi belanja online selalu berkisar antara 300 hingga 360 pembelian dalam sehari. Sedangkan yang offline antara 150 hingga 200 pembelian dalam sehari.
Omset dalam kurun waktu 21 Juli 2020 hingga 29 Juli 2020 Lumbung Pangan Jatim mencapai Rp 632 juta.