Viral Sapi Ditembak Mati di Blitar, Berawal Brontak Tak Mau Dipotong hingga Ngamuk Terjang Warung
Brontak tak mau di potong, sapi di Blitar ngamuk berujung tembak mati viral di media sosial
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Sapi sempat berada di tengah Jl Sudanco Supriyadi atau tepat di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Blitar.
Kondisi itu membuat arus lalu lintas di Jl Sudanco Supriyadi terganggu.
"Jl Sudanco Supriyadi sempat macet, kendaraan dialihkan karena sapi berada di tengah jalan," ujarnya.
Lalu, sapi lari lagi ke utara kembali menuju Jl Borobudur. Polisi akhirnya menembak sapi itu untuk melumpuhkannya.
"Karena membahayakan warga, pemilik melaporkan kejadian itu ke polisi," katanya.
Sementara itu di Jawa Timur, seekor sapi milik Ketua Pengadilan Tinggi Jatim lepas dan mengamuk.
Seorang petugas pun mengalami patah tulang.
Sapi tersebut mengamuk saat akan dipindahkan ke mobil.
Seekor sapi di Masjid Al Akbar Surabaya lepas dan mengamuk saat hendak dikirimkan ke Masjid Nurush Shobah, Kenjeran, Surabaya, Jumat (1/7/2020).
Helmy M Noor, Humas Masjid Al Akbar mengatakan, sapi itu milik Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Timur.
"Sekitar pukul 09.00, sapi milik Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Timur diserahkan kepada Takmir Masjid Nurusshobah Kenjeran Surabaya.
Saat sapi mau dinaikkan mobil grand max oleh 2 orang Tim Takmir Masjid Nurusshobah, salah satu kaki sapi kesrimpet hingga ikatannya lepas," kata Helmy, saat dihubungi, Jumat (1/7/2020).

Akibat sapi kurban lepas tersebut, dikabarkan seorang petugas takmir masjid Nurush Shobah dilaporkan patah tulang.
"Jarinya patah, saya belum cek," ucapnya.
Kata Helmy, saat kejadian, Tim dari Masjid Al Akbar bergegas membantu menjinakkan sapi tersebut.
Alhasil sapi pun menuruti keinginan petugas untuk dibawa ke mobil.
"Merawat dan melayani sapi memang harus soft dan tidak boleh kasar.
Alhamdulillah saat Tim Masjid Al Akbar mendatangi sapi tersebut juga langsung jinak. Apalagi ditambah doa khusus," pungkasnya.
(Samsul Hadi/Ratih Fardiyah/SURYAMALANG)