Breaking News:

UPDATE Virus Corona di Malang Jawa Timur 14 Agustus 2020: 1730 Positif Covid-19 dan 125 Meninggal

Terhitung sampai hari Jumat Agustus 2020, jumlah total pasien positif Covid-19 kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang kini sudah mencapai 1730 or

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
KOLASE SURYAMALANG.COM
Ilustrasi suasana saa pandemi Covid-19 

Pasien Dirawat Covid-19 = 5060 orang

Pasien Meninggal Dunia Covid-19 = 1953 orang

Suspek = 11230 orang

*Catatan: angka persebaran covid-19 di atas dapat berubah sewaktu-waktu.

Data di atas dikutip dari http://infocovid19.jatimprov.go.id dan https://lawancovid-19.surabaya.go.id/

Situasi di Malang Dampak Virus Corona

1. Ratusan Pekerja Seni Bertemu Ketua DPRD Kabupaten Malang, Perjuangkan Nasib Saat Pandemi Covid-19

Kantor DPRD Kabupaten Malang ramai didatangi aksi massa pada Kamis (13/8/2020).

Bahkan ada pertunjukan seni jaranan hingga menutup akses jalan.

Aksi tersebut ternyata bagian dari demonstasi para pekerja seni tradisional kabupaten Malang.

Saat berorasi, massa meminta bisa kembali melakukan pekerjaan seni di tengah pandemi Covid-19.

Massa juga mengungkapkan, aksinya ini merespon tindakan Bupati Malang yang sebelumnya bernyanyi dangdut.

"Kelompok pengelola sound system, electone dan pelaku senin. Jadi efek Covid-19 banyak pelaku seni tidak berkesempatan mengkreasikan kelebihannya," ujar Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto usai menemui massa.

Sebagai wakil rakyat, Didik menampung inspirasi para seniman.

Dia berupaya memberikan solusi agar pekerja seni diberikan ruang untuk menggelar kesenian. Asalkan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

"Selanjutnya, akan segera berkomunikasi dengan Muspida melalui Dandim, Kapolres, Bupati dan Kepala Kejaksaan serta pengadilan juga mengambil langkah agar pekerja seni diberikan ruang dan waktu," tutur Didik.

Aksi demonstasi para pekerja seni tradisional di Kantor DPRD Kabupaten Malang pada Kamis (13/8/2020).
Aksi demonstasi para pekerja seni tradisional di Kantor DPRD Kabupaten Malang pada Kamis (13/8/2020). (SURYAMALANG.COM/ Erwin Wicaksono)

Didik menilai, wayang bisa menjadi sarana sosialisasi pencegahan Covid-19.

Sehingga pada 17 Agustus bisa dijadikan momentum tepat menciptakan kembali ruang dan kesempatan berkesenian.

"Pelaku seni tidak bisa bekerja tanpa keterlibatan masyarakat, dan keduanya tidak bisa berjalan tanpa ijin dari pemerintah," beber Didik.

Selanjutnya, Didik masih memerlukan koordinasi dengan pejabat terkait.

"Maka ketiga ini harus duduk bareng dan kami akan segera melakukan fasilitasi agar segera memberikan ruang agar pekerja seni ini dapat bekerja kembali," terang Didik.

Selama aksi berlangsung, para demonstran bersikap tertib. Beberapa dari mereka memakai masker.  (Mohammad Erwin)

2. 3 Sekolah di Kota Malang Ditunjuk Untuk Ujicoba Tatap Muka, Termasuk SMK El Hayat dan SLB River Kids

 Tiga sekolah akan menjalani ujicoba tatap muka terbatas oleh Cabang Dinas Pendidikan Jatim wilayah Kota Malang dan Kota Batu yang akan dimulai pada 18 Agustus 2020.

Uji coba sekolah tatap muka Ini merupakan program Dindik Jatim di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Dinas pendidikan Jatim meminta setiap kota/kabupaten memiliki satu perwakilan ujicoba. Masing-masng satu SMK, satu SLB dan satu SMA.

Di Kota Malang sekolah yang ditetapkan akan melakukan ujicoba tatap muka yaitu SMK El Hayat, SLB River Kids dan SMAN 2.

Shalihin, Kepala SMK El Hayat pada suryamalang.com membenarkan adanya penunjukan rencana ujicoba dan sekolahnya juga sudah memulai tatap muka meski bergantian.

"Kami kan ada dalam naungan pondok. Jadi santri sudah masuk pondok sejak 12 Juli 2020 lalu. Kami memadukan antara daring dan luring," papar Shalihin, Kamis (13/8/2020).

Sekolah ini berada di Kecamatan Kedungkandang.

Sebanyak 20 siswa KBC (Kelompok Belajar Cepat) sudah menjalani kegiatan belajar tatap muka antara lain di aula SMAN 2 Kota Malang. Mereka belajar selama dua tahun. Di luar kelas KBC, sekolah juga siap ikut ujicoba tatap muka terbatas yang diprogram Dindik Jatim. Kota Malang diwakili SMK El Hayat, SMAN 2 dan SLB River Kids.
Sebanyak 20 siswa KBC (Kelompok Belajar Cepat) sudah menjalani kegiatan belajar tatap muka antara lain di aula SMAN 2 Kota Malang. Mereka belajar selama dua tahun. Di luar kelas KBC, sekolah juga siap ikut ujicoba tatap muka terbatas yang diprogram Dindik Jatim. Kota Malang diwakili SMK El Hayat, SMAN 2 dan SLB River Kids. (SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati)

Para santri sebelum dua pekan masuk sudah diminta isolasi mandiri di rumah.

Saat masuk pondok, walisantri menyerahkan surat pernyataan itu.

"Paling ekonomis adalah santri melakukan isolasi mandiri dulu. Sebab kalau harus rapid test berat bagi wali santri," tuturnya.

Di dalam yayasan di pondok ini ada lembaga pendidikan jenjang MI, MTs, MA dan SMK.

Maka siswa yang tinggal di pondok bisa belajar tatap muka setiap hari di sekolah.

Tapi bagi yang tidak tinggal di pondok, ada jadwalnya. Misalkan minggu pertama siswa MI, minggu kedua siswa MTs, ketiga siswa MA dan minggu keempat siswa SMK.

"Saat belum giliran masuk, mereka daring," katanya.

Disebutkan, aktivitas santri yang mondok dan sekolah berjalan biasa sudah hampir satu bulan sejak 15 Juli 2020.

Namun jam pelajarannya sampai siang. Mulai jam 07.30-11.30 WIB. Sorenya mereka ngaji.

Habis subuh sampai pukul 06.00 WIB juga mengaji dan bersiap ke sekolah.

"Dengan diatur per jenjang setiap minggu, maka di sekolah juga tidak ada kerumuman ," terang Shahilin.

Sekolah juga menyiapkan masker dan thermo gun untuk cek suhu.

Sedang untuk hand sanitizer, santri membawa sendiri dari rumah.

Karena sudah menjalankan tatap muka terbatas, maka Shahilin menyampaikan kesiapan SMK-nya ke Kepala Cabdin, Ema Sumiarti.

Selain itu, jumlah siswanya juga kurang dari 100 orang. Sebanyak 50 persen tinggal di dalam pondok pesantren.

Sedang di SMAN 2, untuk kelas ujicoba tatap muka masih menunggu kepastiannya pada 18 Agustus 2020.

Namun sekolah ini sudah membuka kelas tatap muka bagi 20 siswa yang masuk KBC (Kelas Belajar Cepat) sejak Senin lalu.

"Sebelum itu, kami melakukan pooling dulu," kata Haryanto, Kepala SMAN 2, Jumat (13/8/2020).

Hasilnya, sebagian besar ingin luring baik dari siswa, guru dan orangtua.

Siswa KBC belajar selama dua tahun. Saat Mapel umum, lokasinya antara lain di aula sekolah.

Setelah itu mereka kembali ke kelas masing-masing sesuai peminatan. Nanti jika jadi ada ujicoba tatap muka terbatas, sekolah sudah memiliki desain/konsepnya.  (Sylvianita Widyawati)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved