Breaking News:

Virus Corona di Jatim

Update Tambahan Gaji Rp 600 Ribu dari Presiden, 1,52 Juta Data Tenaga Kerja Jatim Sudah Diajukan

Sampai kemarin sudah 1.520.000 rekening tenaga kerja Jatim yang sudah disetorkan. Sudah 80 persen dari total naker yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Google
Ilustrasi. Sebanyak 1,52 juta tenaga kerja di Jatim diajukan untuk menerima tambahan gaji Rp 600 ribu dari presiden 

Penulis : Fatimatuz Zahro, Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur telah mengajukan sebanyak 1.520.000 tenaga kerja untuk bisa mendapatkan bantuan langsung tunai berupa tambahan gaji dari presiden.

Sebanyak tenaga kerja tersebut akan mendapatkan tambahan gaji dari Presiden RI senilai Rp 600.000 per bulan.

Tenaga kerja yang mendapatkan tambahan gaji tersebut adalah tenaga kerja yang gajinya di bawah Rp 5 juta dan terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur Himawan Estu Bagijo mengatakan bahwa nama-nama tenaga kerja sebanyak 1,52 juta tersebut telah disetorkan pada kementerian terkait.

"Pegawai kita yang ikut di BPJS Ketenagrakerjaan ada sebanyak 1,8 juta orang. Kita diminta pusat lewat BPJS Ketenegakerjaan menyetorkan rekening pegawai sampai akhir Agustus," kata Himawan, saat diwawancara di Grahadi, Selasa (18/8/2020).

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah bekerja keras mengkoordinasikan bersama Disnaker kabupaten kota dengan BPJS Ketenagrakerjaan serta juga Apindo dan serikat pekerja untuk menyetor rekening itu ke pusat lewat BPJS dan Kemenaker.

"Sampai kemarin sudah 1.520.000 rekening tenaga kerja Jatim yang sudah kita setorkan. Ini sudah 80 persen dari total naker yang terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, tapi kita masih akan menambah karena target kita minimal 85 persen lah," imbuhnya.

Ia mengatakan, setidaknya pada bulan September mendatang para tenaga kerja yang sudah terdaftar itu akan mendapatkan pencairan.

Lebih lanjut Himawan menegaskan jika 1,52 juta tenaga kerja Jatim sudah mendapatkan bantuan untuk tambahan gaji, maka akan ada tambahan penghasilan bagi mereka dan akan menambah adanya perputaran uang di Jawa Timur karena ada kenaikan daya beli masyarakat.

Saat ini, kendala yang dihadapi adalah banyak tenaga kerja yang belum memiliki rekening.

Lalu juga terkadang nama di slip gaji berbeda dengan nama yang ada di rekening, dan juga kadang ada tenaga kerja yang menggunakan nama rekening istrinya.

"Lalu kendalanya juga ada banyak perusahaan yang belum melunasi biaya BPJS Ketenagrakerjaan pekerja hingga bulan Juni. Bisa jadi karena kendala pandemi. Padahal syaratnya adalah harus lunas baru bisa dicairkan bantuannya. Maka kami berharap perusahaan nalangi dulu, agar tenaga kerjanya bisa dapat stimulus dari pemerintah," tegasnya.

Disnakertrans akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengumpulkan data. Dengan harapan semakin banyak tenaga kerja yang dapat stimulus ekonomi dari pemerintah pusat, maka akan semakin memajukan ekonomi Jawa Timur.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved