Virus Corona di Jatim

Bantuan Kuota Internet Gratis Bisa Cair, Sasaran Tahap Pertama 339.315 Siswa SMA Tak Mampu di Jatim

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Alwi mengatakan bahwa bantuan kuota internet gratis bagi siswa tak mampu di Jatim tengah dimatangkan

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/Fatimatus Zahroh
ILUSTRASI - Siswa memanfaatkan layanan internet gratis untuk pembelajaran sekolah daring yang disediakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Jumat (14/8/2020). Bantuan Kuota internet Gratis diupayakan cair 2 minggu ke depan 

Penulis : Fatimatuz Zahroh , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Realisasi bantuan paket kuota internet gratis bagi para siswa untuk belajar daring bisa dicairkan dalam waktu dekat.

Bantuan bagi para siswa yang kesulitan untuk mendapatkan fasilitas internet itu  diupayakan 

Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Alwi mengatakan bahwa bantuan kuota internet gratis bagi siswa tak mampu di Jatim tengah dimatangkan dalam waktu maksimal dua pekan ke depan.

Targetnya setelah dua pekan pematangan data, bantuan Pemprov Jatim bersama Telkomsel berbentuk kartu perdana dan kuota internet 10 GB setara Rp 55.000 tersebut akan bisa segera disalurkan.

Tujuannya tak lain untuk membantu kelancaran belajar di rumah selama pandemi covid-19.

“Jadi kita tadi malam telah berkoordiasnsi dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk penyaluran kuota internet ini. Artinya untuk jenjang SMA, SMP maupun SD bisa masuk dalam kuota sebanyak 1,3 juta siswa penerima tersebut,” kata Alwi saat dikonfirmasi, Selasa (25/8/2020) malam.

Sebagaimana diketahui bahwa jumlah bantuan dari Telkomsel ke Pemprov Jatim adalah sebanyak 1,3 juta paket.

Oleh Pemprov Jatim penerima bantuan ini diarahkan bagi siswa tak mampu yang masuk dalam keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Dari dana Dinas Sosial Jatim siswa jenjang SMA yang termasuk dalam KPM PKH ada sebanyak 399.315 siswa.

Sedangkan untuk SD ada sebanyak 781.247 siswa dan juga untuk SMP ada sebanyak 480.693 siswa.

Jika ditotal memang lebih, namun dalam dua pekan ini pendamping PKH di seluruh Jawa Timur akan melakukan verifikasi data.

Berapa siswa yang dalam satu keluarga, serta apakah siswa tersebut sudah memiliki sarana telepon smartphone untuk bisa memanfaatkan bantuan ini.

“Jadi kita akan minta bantuan kabupaten kota juga untuk bersama bergerak khususnya yang jenjang SD dan SMP. Tapi sasaran utama di tahap satu ini adalah jenjang SMA dulu, kita upayakan untuk semua data siswa tak mampu 399 ribu itu bisa masuk di kuota 1,3 juta tersebut, dua minggu target soal data klir,” tegas Alwi.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved