Breaking News:

Virus Corona di Malang

Wakil Wali Kota Malang Sebut Kekhawatiran Kasek Soal Relaksasi Bosnas, Penegak Hukum Akan Membantu

Di kalangan Kasek (Kepala Sekolah) ada rasa khawatir pada dana BOS karena sudah ada RKAS awal.

SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Kegiataan pertemuan lewat Zoom yang diadakan Kemendikbud menghadirkan Mendikbud, Mendagri dan kepala daerah terkait pembelajaran selama pandemi. Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan kekhawatiran para kasek tentang relaksasi dana bos di tingkat pelaksanaannya, Rabu (2/9/2020). 

Penulis : Sylvianita widyawati , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko menyampaikan kekhawatiran para kepala sekolah di Malang mengenai relaksasi dana Bosnas dalam forum pertemuan para kepala daerah dengan Mendikbud dan Mendagri lewat Zoom, Rabu (2/9/2020), 

Dalam relaksasi Bosnas itu antara lain juga bisa dipakai untuk pembelian pulsa siswa mendukung PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Hal itu disampaikan Rabu  (2/9/2020) sore saat di Ngalam Command Centre (NCC) Pemkot Malang.

"Saya usul, jika ada kegiatan semacam ini juga mengundang kejaksaan, kepolisian, KPK. Sebab relaksasi Bosnas di lapangan tidak seperti yang dibayangkan," kata Edi.

Dimana mekanismenya harus detil. Sehingga di kalangan Kasek ada rasa khawatir pada dana BOS karena sudah ada RKAS awal.

Sehingga ia minta ada back up dari pusat untuk di tingkat operasionalnya.

Usulan dari Kota Malang itu direspons Mendagri Tito Carnavian yang menjelaskan, saat Rakor terkait penyerapan anggaran belanja pada Agustus 2020 lalu juga sudah mengundang APH (Aparat Penegak Hukum) termasuk pimpinan KPK dan kepolisian.

Sehingga mendatang APH bisa melakukan pendampingan.

Tito menyatakan, dalam Rakor mendatang akan disampaikan soal hal itu serta mengundang APH. Karena pihaknya juga mendengar keluhan dari kepala sekolah lain termasuk soal Bosnas.

"Yang penting Kadis pendidikan harus memberi guide line yang tepat norma tapi juga tidak mempersulit mereka dan akuntable dan tidak ada niat kesengajaan sejak awal," kata Tito.

Dikatakan, spirit positif yang ditangkap dari relaksasi Bosnas sudah diatur di Permendikbud.

Dimana Mendikbud sudah memotong jalur birokrasi untuk mengelolaan dana Bosnas.

Edi Jarwoko senang masukkan dari Kota Malang diapresiasi Mendagri di forum itu.

"Apalagi di satu sisi masyarakat menghendaki pelayanan yang baik. Tapi mekanismenya masih belum jelas. Sehingga Kasek khawatir melakukan perubahan," jawabnya pada wartawan. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved