Buku Biografi Gombloh: Revolusi Cinta dari Surabaya, Kisah Musisi dan Pejuang Kemanusiaan
Penulis sekaligus pelukis asal Jawa Timur, Guruh Dimas Nugraha, baru saja menerbitkan sebuah buku biografi tentang musisi besar Tanah Air, Gombloh.
Penulis: Eko Darmoko | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, SIDOARJO - Penulis sekaligus pelukis asal Jawa Timur, Guruh Dimas Nugraha, baru saja menerbitkan sebuah buku biografi tentang musisi besar Tanah Air, Gombloh.
Buku berjudul Gombloh: Revolusi Cinta dari Surabaya ini diterbitkan Airlangga University Press, 2020.
Guruh Dimas Nugraha, lulusan Sastra Indonesia Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini mengaku sudah mengidolakan Gombloh sejak kanak-kanak.
"Saat masih SD, saya sudah menyukai Gombloh. Segala literatur dan kaset tentangnya saya koleksi," kata Dimas, ditemui SURYAMALANG.COM di Kedai Kopi Ciggie Biggie, Waru, Sidoarjo, Kamis (10/9/2020).
Bermula dari kesukaannya terhadap lagu-lagu Gombloh, Dimas pun mulai menyusun biografi ini, dan dirintis sejak tahun 2011 silam.
"Saya mulai serius riset tentang Gombloh sejak tahun 2011. Saat itu, saya tulis dalam blog. Kemudian saya kompilasi, saya susun kronologi waktunya (kehidupan Gombloh) dan kemudian diterbitkan jadi buku," papar Dimas, yang juga berpredikat sebagai vokalis Sekaring Jagad.
Riset tentang Gombloh menjadi pengalaman paling berkesan menurut Dimas.
Pasalnya, ia bisa bersinggungan dengan orang-orang yang pernah hidup sezaman dengan Gombloh.
Seperti diketahui, Gombloh adalah musisi legend Indonesia yang lahir di Jombang, Jawa Timur, 12 Juli 1948, dan meninggal dunia di Surabaya, 9 Januari 1988. Gombloh memiliki nama asli Soedjarwoto.
Dimas menceritakan, Gombloh bukan sekadar musisi yang lihai membuat musik dan lirik lagu.
Namun, Gombloh juga dikenal sebagai sosok yang doyan berjuang untuk kemanusiaan.
"Gombloh dekat dengan wong cilik, rakyat jelatah, bahkan sering blusukan ke lokalisasi untuk membantu para PSK," urai Dimas.
Lokalisasi Dolly, lanjut Dimas, bahkan bisa dibilang lekat dengan Gombloh.
Gombloh sering datang ke Lokalisasi Dolly (dahulu sebelum ditutup Pemkot Surabaya) untuk memberikan bantuan kepada para PSK, kadang dalam bentuk sembako dan pakaian, serta kebutuhan lainnya.
"Intinya, Gombloh adalah pejuang kemanusiaan. Beliau ingin membantu para PSK agar bisa melepaskan diri dari jerat prostitusi. Ya meskipun pada kenyataannya, prostitusi tidak bisa dihapuskan, ya minimal dikurangi," ungkap Dimas.