Berita Bondowoso Hari Ini
Kantor BPJS Kesehatan Bondowoso Tutup Sementara, Sejumlah Pegawai Dinyatakan Positif Covid-19
Kebijakan lockdown diberlakukan atas dasar saran dari Pihak Dinas Kesehatan Bondowoso dan Puskemas Nangkaan.
Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM | Bondowoso - Kantor BPJS Kesehatan Bondowoso ditutup sementara selama 5 hari, terhitung sedari Senin (7/9) hingga Jumat (11/9).
Kepala Bidang Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Bondowoso, Edi Agusrianto membenarkan bila pihaknya menutup sementara atau melockdown kantor yang bermarkas di Jalan Mastrip, Nangkaan, Bondowoso itu.
Kebijakan lockdown diberlakukan atas dasar saran dari Pihak Dinas Kesehatan Bondowoso dan Puskemas Nangkaan.
Saat lockdown, pihaknya melakukan penyemprotan desinfektan di seluruh ruangan kantor.
"Benar, kantor kami lockdown setelah sejumlah pegawai dinyatakan positif Covid-19. Selanjutnya, kami melaporkan hal ini kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat," katanya saat dikonfirmasi Surya melalui sambungan telepon, Rabu (9/9).
Ia mengungkapkan, pihaknya sekitar seminggu lalu menggelar tes swab bagi 13 pegawai. Hasilnya, sejumlah pegawai positif Covid-19.
Sejumlah pegawai tersebut kemungkinan melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19. Sehingga, mereka turut terpapar. Saat ini, pegawai yang terpapar Covid-19 menjalani isolasi mandiri. Sebab, tidak ada gejala Covid-19.
"Gugus tugas Covid-19 Bondowoso sudah melakukan tracing. Pegawai lain yang melakukan kontak erat dengan pegawai positif Covid-19, kami lakukan tes swab juga, sementara hasilnya negatif. Seluruh pegawai diminta isolasi mandiri," ungkapnya.
Edi menyebutkan Rencananya kantor BPJS Kesehatan Bondowoso kembali buka, Senin (13/9). Agar pelayanan tetap optimal, sejumlah pegawai BPJS Kesehatan Banyuwangi diperbantukan bertugas di Bondowoso untuk sementara waktu.
"Pegawai yang positif Covid-19 diminta isolasi mandiri selama 14 hari. Artinya, Senin (13/9) mereka belum bisa bekerja. Setelah itu, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinkes untuk melakukan swab test ulang. Itu demi kenyamanan para peserta dan pegawai lain," terangnya.
Sementara itu, Fauzi (30) warga Wringin, Bondowoso harus balik kanan usai mengatahui BPJS Kesehatan lockdown. Fauzi datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengurus kesalahan nama kecamatan pada kartu BPJS mertua.
"Saya tak tahu bila kantor BPJS Kesehatan lockdown, tak ada sosialisasi. Saya mau mengurus kesalahan nama kecamatan. Karena pihak puskesmas menyarankan mengganti nama kecamatan agar mertua bisa menikmati layanan kesehatan," katanya.
Peserta lain, Sinta Syahro (28) warga Tenggarang, Bondowoso, datang ke kantor BPJS Kesehatan untuk mengurus kesalahan tanggal lahir. Ia pun harus kembali pulang, karena kantor BPJS tutup sementara.
"Saya sudah tahu kalau BPJS Kesehatan lockdown dari kerabat. Saya ke sini untuk mencari informasi tentang layanan online dan syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan untuk mengurus keselahan tanggal lahir," ucapnya.
Edi menimpali, seluruh pelayanan untuk para peserta BPJS Kesehatan masih berjalan normal.