Breaking News:

Virus Corona di Tulungagung

Baru 7 SMA/SMK yang Melakukan Belajar Tatap Muka di Tulungagung

Selama Tulungagung masuk zona kuning dalam peta penyebaran Covid-19, ada tujuh SMA/SMK yang melakukan belajar tatap muka

Penulis: David Yohanes | Editor: isy
david yohanes/suryamalang.com
Suasana belajar tatap muka di kelas akselerasi SMAN 1 Kedungwaru Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM | TULUNGAGUNG - Selama Tulungagung masuk zona kuning dalam peta penyebaran Covid-19, ada tujuh SMA/SMK yang melakukan belajar tatap muka. Jumlah ini telah mencapai ketentuan 25 persen jumah sekolah yang berhak melakukan tatap muka.

Saat ini di Tulungagung terdapat 61 SMA dan SMK, terdiri dari 11 SMA negeri, 13 SMA swasta, 8 SMK negeri dan 29 SMK swasta. Menurut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Tulungagung dan Trenggalek, Solikin, tiga sekolah memulai pembelajaran tatap muka, yakni SMAN Kedungwaru, SMKN Pagerwojo dan SLB C Tulungagung.

“Yang pelu diingat, kami masih tahap uji coba,” terang Solikin, Jumat (11/9/2020).

Setelah tiga sekolah itu, disusul empat sekolah lain juga melakukan belajar tatap muka.

Keempat sekolah itu semuanya SMK Negeri, yaitu SMKN 1 Boyolangu, SMKN 2 Boyolangu, SMKN 3 Boyolangu dan SMKN Rejotangan.

Ketujuh sekolah ini dianggap sukses melaksanakan pembelajaran tatap muka, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Karena itu akan ada penambahan empat sekolah lagi. Mereka akan memulai tatap muka pada 14 September nanti,” sambung Solikin.

Dengan tambahan empat sekolah ini, maka mulai 14 September ada 11 sekolah yang melakukan tatap muka.

Keempat sekolah tambahan itu adalah SMA negeri, yaitu SMAN 1 Boyolangu, SMAN 1 Kauman, SMAN 1 Gondang dan SMAN 1 Karangrejo.

Solikin menambahkan, saat ini sudah ada 37 sekolah yang mengajukan pembelajaran tatap muka.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved