Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Masuk Surabaya Wajib Swab Test, Berlaku Bagi Pendatang dan Warga Surabaya, Begini Penjelasannya

Aturan wajib melakukan swab test Ini tak hanya berlaku bagi pendatang, namun juga untuk warga Surabaya yang baru pulang dari luar kota.

TribunJatim/Yusron Naufal Putra
Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto saat ditemui di kantornya, Sabtu (12/9/2020). 

Penulis : Yusron Naufal Putra , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya akan memberlakukan aturan wajib swab tes bagi siapapun yang masuk wilayah Surabaya.

Aturan wajib melakukan swab test Ini tak hanya berlaku bagi pendatang, namun juga untuk warga Surabaya yang baru pulang dari luar kota.

Kepala BPB Linmas Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, pemberlakukan aturan ini akan dituangkan dalam Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Perkiraannya, awal pekan ini ketentuan itu bakal rampung.

“Saat ini kita sedang menunggu surat edaran yang ditanda-tangani Ibu Wali Kota Surabaya yang ditujukan kepada RT/RW. Kemungkinan antara Senin atau Selasa depan,” kata Irvan, Sabtu (12/9/2020).

Irvan menjelaskan, khusus warga Surabaya, ini berlaku bagi mereka yang minimal selama seminggu terakhir berada di luar kota dan akan pulang ke kota pahlawan.

Meski begitu warga tak perlu khawatir.

Sebab, Pemkot memberikan fasilitas pemeriksaan gratis bagi warga berKTP Surabaya.

Caranya bisa dengan mendaftar di Puskesmas terdekat atau bisa juga langsung ke Labkesda yang terletak di Jalan Gayungsari Barat.

Sementara untuk pendatang, ini khusus bagi mereka yang akan tinggal selama minimal tiga hari.

Para pendatang akan didata dan diminta untuk menunjukkan hasil tes swab yang menyatakan bebas dari Covid-19.

“Kalau tidak bisa menunjukkan bisa dilaporkan ke aparat setempat. Sanksinya ya kita minta tes swab, kalau nggak gitu ya silahkan pulang ke daerah asalnya,” ujar Irvan.

Monitoringnya, tidak akan menggunakan check point atau pintu masuk. Melainkan akan melibatkan jajaran hingga RT/RW untuk melakukan monitoring. Kemudian, juga pemilik kosan dan apartemen diimbau untuk juga melakukan monitoring.

"Tapi ini tidak berlaku untuk algomerasi, tidak berlaku," ujarnya.

Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved