Berita Surabaya Hari Ini
Biaya Rapid Test di Bandara Kini Jadi Rp 85.000, Berlaku Juga Di Bandara Juanda
Biaya layanan rapid test di 8 bandara PT Angkasa Pura I menjadi Rp 85.000.Sebelumnya, biaya rapid test berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu
"Penurunan biaya rapid test di 8 bandara yang termasuk kelolaan Angkasa Pura I itu bertujuan untuk mengurangi beban biaya perjalanan udara sehingga semakin memudahkan calon penumpang untuk melakukan perjalanan udara pada masa adaptasi kebiasaan baru," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero), Faik Fahmi saaat dikonfirmasi TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM), Senin (14/9/2020).
Faik menjelaskan, bahwa sejatinya layanan rapid test di bandara Angkasa Pura I telah disediakan sejak akhir Juli lalu yang bekerja sama dengan berbagai klinik melalui kerja sama dengan salah satu anak perusahaan, Angkasa Pura Supports.
Sedangkan terkait penerapan protokol kesehatan, dikatakannya, Angkasa Pura I senantiasa menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 di lokasi pelayanan rapid test di tiap bandara yang termasuk kelolaanya.
"Seperti, para petugas diwajibkan untuk melakukan pemeriksaan suhu tubuh sebelum bertugas, menggunakan alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari face shield, masker, sarung tangan, dan baju pelindung," imbuhnya
Selain itu, masih kata Faik, area layanan rapid test juga secara rutin dilakukan disinfeksi untuk memastikan kebersihannya.
Bahkan pula, dikatakannya, tidak hanya para petugas yang wajib menaati protokol kesehatan saat melakukan kegiatan rapid test, namun calon peserta rapid test pun juga wajib menaati protokol kesehatan.
"Para calon peserta diwajibkan untuk mencuci tangan dan melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum memasuki area pemeriksaan, penggunaan masker dan penerapan physical distancing juga dilakukan di area ini," ujarnya.
Selanjutnya calon peserta melakukan registrasi dengan membawa kartu identitas dan mengisi formulir yang sudah disediakan. Setelah itu para peserta rapid test dapat melakukan pemeriksaan kesehatan dengan dokter dan pengambilan sample darah.
"Setelah selesai menjalani tes, para peserta tetap diharap berada di ruang tunggu sampai hasil rapid test keluar," tandasnya.