Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Kurir Narkoba Asal Pare Kediri Dibekuk Satresnarkoba Polresta Malang Kota, Simpan Sabu dan Ganja

Di tempat kos tersangka, polisi menemukan cukup banyak narkoba yaitu sabu seberat 3,5 ons dan ganja seberat 3,5 kg.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Dyan Rekohadi
Tribun Jatim/Kukuh Kurniawan
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata didampingi Kasatresnarkoba Polresta Malang Kota, AKP Anria Rosa Piliang dan Kasubbag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni saat menunjukkan tersangka beserta barang bukti narkoba, Kamis (17/9/2020). 

Penulis : Kukuh Kurniawan , Editor: Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Warga Kabupaten Kediri ditangkap Satresnarkoba Polresta Malang Kota karena menjadi kurir narkoba.

Tersangka kurir narkoba yang ditangkap berinisial TC (32), warga Jalan Bagawanta Bari, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Sehari harinya, tersangka itu tinggal di tempat kos di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan tersangka ditangkap pada Rabu (9/9/2020) sekitar pukul 21.00 WIB.

"Jadi tersangka ini ditangkap saat berada di sebuah warung kopi di Pandanwangi Kecamatan Blimbing. Dari tersangka, petugas menemukan satu buah kantung plastik sabu seberat 1 gram," ujar Leonardus kepada TribunJatim.com (Grup SURYAMALANG.COM), Kamis (17/9/2020).

Dari penangkapan itu, petugas kemudian bergerak ke tempat kos tersangka.

Di tempat kos tersangka, polisi menemukan cukup banyak narkoba.

"Yaitu sabu seberat 3,5 ons dan ganja seberat 3,5 kg. Sabu tersebut berada di dalam kantung plastik, sedangkan ganja dibungkus dengan lakban," tambahnya.

Akhirnya tersangka bersama barang bukti dibawa ke Polresta Malang Kota. Untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Dari pengakuan tersangka, barang itu didapatkan dari seseorang yang berinisial AS. Dan AS ini telah kami tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO)," bebernya.

Tersangka juga mengaku dirinya hanya bertugas sebagai kurir. Dan dirinya tidak tahu menahu, siapa penerima dari narkoba yang ia kirim.

"Jadi tersangka ini mengirimkan barangnya atas perintah dari AS. Dan setiap mengirimkan narkoba, tersangka TC ini mendapatkan upah sekitar Rp. 300 - 500 ribu," jelasnya.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam meringkuk di dalam penjara dalam waktu yang cukup lama.

"Tersangka kami kenakan Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 2 UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda Rp. 800 juta hingga Rp. 8 miliar," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved