Berita Arema Hari Ini
Mitos 'Kutukan' Pemain Bertato Singa di Arema, Terbaru Pedro Bartoli
Sejumlah pemain yang pernah memperkuat Arema memiliki tato kepala singa di tubuhnya.
Sementara untuk bisa lolos verifikasi, pemain minimal harus memiliki 25 persen menit bermain di klub kasta Brasil.
Diperkenalkan sebagai rekrutan musim 2019 lalu, Pavel Smolyachenko langsung sesumbar ingin menambah tato bergambar singa di lengan kirinya.
Selain dalam rangka bergabungnya ke Singo Edan, pemain timnas Uzbekistan tersebut merasa singa menjadi simbol keberanian untuknya.
Sayangnya, pada akhirnya kebersamaan Pavel Smolyachenko bersama Arema FC tidak berakhir happy ending.
Selama enam bulan membela Arema FC, dia hanya jadi pemeriah latihan.
Dari total 10 laga yang dijalani di Liga 1 2019, Piala Presiden dan Piala Indonesia, dia hanya dua kali mendapatkan kesempatan bermain penuh.
Sisanya, dia hanya diplot menjadi pemain pengganti, bahkan dimasukkan pada menit-menit akhir untuk mengulur waktu.
Pemain trial Arema FC dari Brasil, Pedro Bartoli sudah memiliki tato bergambar kepala singa dua bulan sebelum bergabung dengan tim.
Menurut dia, singa adalah hewan yang punya kekuatan besar sehingga untuk mencapai level tertinggi di sepak bola butuh kerja keras setiap hari.
Namun, belum genap satu bulan, pemain berusia 18 tahun itu pamit melalui akun Instagramnya.
Dia mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan klub berjuluk Singo Edan tersebut.
Dia pun berterima kasih kepada seluruh pihak yang membuatnya bisa sampai ke Arema FC, khususnya kepada Aremania, yang sudah memberikan sambutan yang sangat luar biasa.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada Mitos "Kutukan" Pemain Bertato Singa di Arema... ", Klik untuk baca: https://bola.kompas.com/read/2020/09/17/09200048/ada-mitos-kutukan-pemain-bertato-singa-di-arema--?page=all#page2