Viral Menteri Sri Mulyani Sebut Resesi Ekonomi, Simak Pengertian Serta Dampaknya Bagi Masyarakat
Selama beberapa bulan terakhir Menteri Sri Mulyani kerap kali menyebut soal resesi ekonomi selama pandemi Covid-19.
Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
Penulis: Frida Anjani | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM - Selama beberapa bulan terakhir Menteri Sri Mulyani kerap kali menyebut soal resesi ekonomi selama pandemi covid-19.
Kata resesi ekonomi pun menjadi sorotan banyak warganet di media sosial.
Lalu, sebenarnya apa maksud dari resesi ekonomi serta dampaknya bagi masyarakat Indonesia?
Berikut penjelasan lengkap soal resei ekonomi sekaligus dampaknya bagi masyarakat.
Bukan lagi sekedar wacana, Indonesia benar-benar akan mengalami resei ekonomi.
Hal itu ditandai dengan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun 2020 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, pada kuartal III, perekonomian Indonesia akan mengalami kontraksi hingga minus 2,9 persen.
Lalu apa dampak resesi ekonomi bagi masyarakat?
Selama beberapa bulan terakhir, kata 'resesi' kerap muncul dalam pemberitaan di tengah pandemi Covid-19.
Sebenarnya, apa itu resesi dan dampaknya bagi masyarakat? Lantas, apa pula yang harus dilakukan masyarakat?
Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBB), resesi adalah kelesuan dalam kegiatan dagang, industri, dan sebagainya (seolah-olah terhenti); menurunnya (mundurnya, berkurangnya) kegiatan dagang (industri).
Secara teknikal, dikutip dari Kompas.com, resesi ekonomi adalah saat pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal berturut-turut mengalami pertumbuhan negatif secara tahunan.
Pengertian lain, dikutip dari The Balance, resesi adalah penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang berlangsung dalam beberapa bulan, umumnya dalam tiga bulan lebih.
Sejumlah indikator yang bisa digunakan suatu negara dalam keadaan resesi antara lain terjadi penurunan pada PDB, merosotnya pendapatan riil, jumlah lapangan kerja, penjualan ritel, dan terpuruknya industri manufaktur.