Viral Menteri Sri Mulyani Sebut Resesi Ekonomi, Simak Pengertian Serta Dampaknya Bagi Masyarakat

Selama beberapa bulan terakhir Menteri Sri Mulyani kerap kali menyebut soal resesi ekonomi selama pandemi Covid-19.

Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
Tribunnews.com
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani 

Saat resesi artinya, pertumbuhan ekonomi bisa sampai 0 persen, bahkan minus dalam kondisi terburuknya.

Selama ini, pertumbuhan ekonomi menjadi indikator utama dalam mengukur perkembangan dan kemajuan suatu negara.

Sementara itu, sebagian kalangan menyebut, negara bisa dikatakan mengalami resesi ketika pertumbuhan PDB sudah negatif dalam dua kuartal berturut-turut atau lebih.

Namun resesi bisa saja terjadi terjadi sebelum laporan PDB triwulan dirilis.

Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia
Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia (Kompas.com)

Dampak Resesi Ekonomi

Dikutip dari Kontan.co.id, terjadinya resesi ekonomi sering kali diindikasikan dengan menurunnya atau meningkatnya harga-harga komoditas dalam negeri.

Jika tidak segera diatasi, resesi akan berlangsung dalam jangka waktu lama sehingga menjadi depresi ekonomi.

Masih dari Kompas.com, berikut beberapa dampak resesi ekonomi yang terjadi pada suatu negara:

- Masyarakat kehilangan pendapatan

Salah satu dampak yang cukup mengerikan adalah masyarakat bisa kehilangan pendapatan.

Hal ini terjadi karena perlambatan ekonomi membuat beberapa perusahaan tutup dan tidak beroperasi lagi.

Dengan begitu, banyak perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

- Turunnya daya beli masyarakat

Dengan banyaknya masyarakat yang menganggur maka berpengaruh pula pada tingkat konsumsi dan daya beli masyarakat yang menurun.

Hal ini juga berimbas pada keuntungan perusahaan yang mengalami penurunan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved