Viral Menteri Sri Mulyani Sebut Resesi Ekonomi, Simak Pengertian Serta Dampaknya Bagi Masyarakat
Selama beberapa bulan terakhir Menteri Sri Mulyani kerap kali menyebut soal resesi ekonomi selama pandemi Covid-19.
Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
Dana darurat dapat membantu jika Anda kehilangan pekerjaan atau bahkan membantu membayar tagihan yang tidak terduga.
2. Kurangi pengeluaran yang tidak perlu
Jika Anda belum melakukannya, sekaranglah waktunya untuk meninjau pengeluaran yang sudah dilakukan mulai dari listrik, telepon, hingga layanan internet.
Di saat pandemi seperti sekarang, ini berarti pengeluaran Anda akan sedikit berbeda dari biasanya, jadi kembalilah ke awal tahun ini untuk melihat pengeluaran yang tidak perlu tersebut.
3. Pangkas tagihan kartu kredit
Jika Anda membayar bunga apa pun pada kartu kredit Anda, inilah saatnya berhenti.
Beralih ke kartu saldo 0 persen dapat memberi waktu hingga 30 bulan untuk melunasi utang tanpa bunga apa pun, selama Anda menjaga pembayaran minimum.
Jangan pernah menggunakan kartu ini untuk berbelanja.
Tujuan utama adalah melunasi tagihan kartu kredit.
4. Bangun bisnis sampingan
Jika Anda memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan, sekarang bisa menjadi waktu yang tepat untuk memulai pekerjaan sampingan.
Anda dapat melakukan beberapa pengajaran online seperti mengajar bahasa atau alat musik, atau menjual makanan untuk penghasilan tambahan.
5. Membeli produk lokal dan UMKM
Salah satu langkah untuk menopang pertumbuhan ekonomi di saat terancam resesi adalah membeli produk lokal dan UMKM.
Sektor ini sangat mendasar karena sudah menyentuh level paling bawah dalam perekonomian dan akan berdampak langsung pada masyarakat.
Dengan begitu, meski aktivitas perdagangan dan industri skala besar menurun, tetapi ekonomi di level bawah masih ada pergerakan.
Membeli produk lokal dan UMKM secara tidak langsung menopang keberlanjutan kehidupan masyarakat, sehingga berpotensi menumbuhkan ekonomi nasional.