Berita Batu Hari Ini

Tidak Ada Tes Usap Kedua untuk Santri Al Izzah

Para santri Al Izzah yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala tidak akan menjalani tes usap atau swab kedua.

Penulis: Benni Indo | Editor: Zainuddin

SURYAMALANG.COM, BATU – Para santri Al Izzah yang terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala tidak akan menjalani tes usap atau swab kedua.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batu, M Chori menerangkan, berdasarkan penjelasan dari Dinkes Batu, swab kedua tidak dilakukan karena sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 revisi kelima yang diterbitkan Kemenkes.

"Bagi pasien konfirm tanpa gejala atau pasien konfirm dengan gejala ringan dan sedang, tidak perlu lagi dilakukan swab kedua follow up."

"Saat ini setelah pasien menyelesaikan masa isolasi selama 13 hari dan tanpa gejala, maka dapat dinyatakan sembuh," kata Chori, Selasa (29/9/2020).

Ada 31 santri Al Izzah yang dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19. Kemudian, ada hampir 600 orang yang terdiri atas santri, tenaga pendidik dan petugas lainnya yang menjalani tes usap.

Namun hingga kini, belum ada keterangan hasil tes usap terhadap hampir 600 orang tersebut.

Sementara itu, melalui keterangan di akun YouTube milik Al Izzah, AL Izzah Channel, pihak pesantren menjelaskan, bahwa Covid-19 di Al Izzah sudah memasuki fase kedua yaitu fase karantina selama 14 hari.

Koordinator Satgas Penanganan Covid-19 Al Izzah, Aziz Effendy menjelaskan, para santri dalam kondisi normal.

"Kami juga menggandeng tim konsultan yaitu dr Mulyadi Subarjo. Beliau juga sudah mereview kesehatan santri yang positif, negatif, dan santri karantina."

"Akhirnya kami dapat kesimpulan bahwa santri yang sudah kami karantina selama 14 hari, telah diberikan bebas pantau dan ada juga yang akan kami lakukan tindak lanjut berikutnya," katanya.

Mulyadi yang disebut Aziz sebagai ahli paru menjelaskan, ada satu progres yang baik terkait penanganan Covid-19 di Al Izzah.

Ada beberapa hal yang disampaikan terkait upaya-upaya yang sudah dilakukan pengasuh, tim medis, dan seluruh wali santri dalam memberi dukungan untuk mengatasi persoalan kesehatan yang saat ini dialami.

"Satu hal yang penting yaitu kami telah melakukan survey pelayanan kesehatan yang dilakukan saat awal terjadi sampai sekarang. Survey kami lakukan secara menyeluruh. Kebutuhan ini bisa menjawab permasalahan kesehatan yang dialami," ujarnya.

Santri yang mengalami kontak erat juga dinyatakan negatif berdasarkan hasil swab pertama dan masih membutuhkan pemantauan selama masa inkubasi 14 hari kedepan.

Kasus yang terkonfirmasi Covid-19 dilakukan pemetaan terhadap gejala anak-anak. Sementara pada anak-anak bergejala dilakukan pemetaan gejala ringan, sedang dan berat.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved