Berita Malang Hari Ini
Dua Calon Bupati Malang Bersaing Rebut Suara Pelaku Usaha Kecil Menengah
Motivasi tersebut timbul setelah Lathifah mendengar banyak keluhan pelaku usaha saat menggelar agenda kampanye di beberapa titik.
Penulis: Mohammad Erwin | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Pasangan Calon Bupati Malang dan Wakil Bupati Malang dari PKB, Lathifah Shohib - Didik Budi Muljono (Ladub) akan serius menangani masalah yang dihadapi Usaha Kecil Menengah (UKM).
Motivasi tersebut timbul setelah Lathifah mendengar banyak keluhan pelaku usaha saat menggelar agenda kampanye di beberapa titik.
Apalagi situasi pandemi Covid-19 juga membuat UMK dihadapkan pada situasi yang tidak ideal.
"UKM selama ini hanya dipacu untuk produksi saja. Namun, dati segi permodalan dan pemasaran mereka tidak dipikirkan pemerintah daerah. Inilah yang harus dicarikan solusi," beber Lathifah ketika dikonfirmasi.
Cucu pendiri NU ini kemudian tercetus sebuah solusi. Namanya program UKM Bangkit.
Program itu diproyeksikan untuk mengatasi segala permasalahan UKM. Dari segi pembiayaan hingga pemasaran.
Menurut Lathifah, permodalan adalah hal yang penting untuk fundamental usaha. Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni melalui koperasi dan juga BPR milik Pemkab.
"Pemkab harus memberikan akses permodalan bahkan juga pendanaan. Ini penting untuk eksistensi UKM," terang Lathifah.
Setelah fundamental modal terpenuhi, pemasaran juga menjadi segi strategis yang berpengaruh.
Inovasi pengemasan dan pemasaran perlu digalakkan secara inovatif.
"Kedepan pemerintah harus detil memikirkan UKM. Karena jika sektor ini berkembang makan bisa menyerap tenaga kerja yang baik," jelas calon bupati yang diusung PKB ini.
Tampak sama dengan Lathifah, Calon Bupati Malang asal PDIP, Muhammad Sanusi juga melontarkan berbagai janji kepada pelaku UKM.
"Kedepan akan dikembangkan usaha kerakyatan pedagang kecil supaya bangkit. Seperti pedagang cilok, pedagang jajanan itu kita berdayakan," terang Sanusi usai kunjungi Pasar Pakis ditemani kader relawan.
Sanusi juga mengincar sektor pertanian sebagai ladang strategis raih pendapatan. Pengusaha tebu ini menyakini pertanian dapat tingkatkan ekonomi di Kabupaten Malang.
"Pertanian kita arahkan inovasi yang mengarah pada pendapatan. Saya cari ini inovasi pengembangan pertanian yang nilai pendapatannya diatas Rp 100 juta per hektar," kata politisi PDIP itu.