Breaking News:

Berita Ponorogo Hari Ini

Fakta-fakta Gadis Belia Terbujuk Janji Sperma di Luar Kemaluan, 10 Kali Hubungan Badan di Ponorogo

Fakta-fakta gadis belia terbujuk janji sperma di luar kemaluan, 10 kali hubungan badan di Ponorogo

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: eko darmoko
Suryamalang.com/kolase IST via TribunManado.co.id/Surya.co.id
Ilustrasi pemerkosaan gadis di bawah umur 

SURYAMALANG.COM, PONOROGO - Terangkum fakta-fakta gadis belia terbujuk janji kekasihnya saat hubungan badan

Saat hubungan badan pria berinsial DP (19) janji ke FA (16) akan mengeluarkan sperma di luar sehingga tak akan hamil

Akan tetapi janji pria di Ponorogo itu palsu, faktanya setelah 10 kali berhubungan badan FA akhirnya hamil.

Masalah ini kemudian jadi rumit, mengingat FA anak di bawah umur dan orangtuanya tidak terima lalu lapor ke polisi. 

Alhasil, DP diciduk Polres Ponorogo atas dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Dari data yang dihimpun SURYAMALANG.COM, berikut fakta-fakta yang terangkum:

1. Pacaran Tahun Lalu 

Ilustrasi.
Ilustrasi pacaran

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Hendi Septiadi menyebutkan, kronologi bermula saat DP menjalin hubungan asmara dengan korban FA (16) pada Februari 2019 lalu.

"Setelah itu pada kurun waktu Oktober 2019 sampai dengan Desember 2019 tersangka mengajak korban berhubungan intim kurang lebih sebanyak 10 kali," kata Hendi, Jumat (9/10/2020).

2. Iming-iming Kuota Gratis 

Ilustrasi HP
Ilustrasi HP (SURYA)

Pada waktu pacaran, DP yang merupakan warga Desa Tegalombo, Kecamatan Kauman sering membelikan FA paket data internet.

Tidak cuma itu, DP juga memberikan hadiah berupa tas untuk kekasihnya. 

Hal ini semata dilakukan DP agar rasa sayang korban ke tersangka semakin besar.

3. Hubungan badan di Ladang Jagung 

ILUSTRASI
ILUSTRASI (craveonline.com)

Untuk yang pertama kali, pelaku mengajak berhubungan badan di sebuah ladang jagung di Desa Sumpel, Kecamatan Jambon, Ponorogo.

Awalnya korban menolak namun tersangka berjanji tidak akan mengeluarkan spermanya ke dalam kemaluan korban sehingga tidak sampai hamil.

Jika hamil pun sang pria berjanji akan bertanggungjawab dengan menikahinya.

"Korban pun akhirnya mau berhubungan layaknya suami istri dan kejadian tersebut dilakukan berulang kali di rumah tersangka," kata Hendi.

4. Hamil dan Orangtua Tidak Tahu 

ILUSTRASI - Wanita yang sedang hamil
ILUSTRASI - Wanita yang sedang hamil (Valeria_aksakova via Tribun Pontianak)

Akibatnya, korban yang masih pelajar pun hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan pada Minggu (20/9/2020).

"Kasus ini berawal dari laporan orang tua korban yang tidak terima anaknya masih di bawah umur," ucap Hendi.

Selama ini keluarga mengaku tidak mengetahui bila korban sedang mengandung. 

Kehamilan korban baru ketahuan dari laporan bidan tempat korban melahirkan yaitu di Desa Krebet, Kecamatan Jambon.

"Tersangka dijerat dengan pasal 81 ayat 2 juncto ke 76 d, 82 ayat 1, juncto pasal 76 e, uu ri no 35 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," pungkasnya.

  • Kasus Serupa di Banyumas 

Di Banyumas, kasus serupa juga menimpa anak di bawah umur berinisial VA yang masih 11 tahun. 

Dengan bujuk rayu uang Rp 50 ribu, VA diperdaya EK (40) warga Desa Gentawangi RT 01 RW 06, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas. 

Kasus tersebut terjadi pada Rabu (9/9/2020) sekira pukul 23.00 di Desa Cikakak RT 02 RW 10, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

"Modus yang dilakukan tersangka kepada korban adalah dengan bujuk rayu."

"Bahwa sebelum disetubuhi korban akan diberi uang Rp 50 ribu," ujar Kasatreskrim Polresta Banyumas, AKP Berry kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (6/10/2020) dikutip dari artikel 'Tersangka Beri Uang Jajan Rp 50 Ribu Seusai Cabuli Gadis Bawah Umur di Wangon Banyumas'

Kemudian setelah disetubuhi, korban diancam agar tidak memberitahu kepada siapa-siapa.

Kronologi kejadian bermula pada Rabu (9/9/2020) sekitar pukul 15.30.

ILUSTRASI - Gadis 19 tahun telah berulang kali diperkosa oleh paman kandungnya
ILUSTRASI - pemerkosaan (Shutterstock via Tribun Mataram)

Tersangka datang ke rumah korban bermaksud untuk memijat kakek korban.

Namun sebelum memijat kakek korban, tersangka mengajak korban dan adiknya pergi jalan-jalan di sawah di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

Saat di tengah sawah, tersangka berkata kepada korban menawari akan membelikan handphone.

Korban menjawab dan antusias akan rayuan tersangka.

Setelah itu tersangka mengajak korban menuju ke gubug di tengah sawah.

Sesampai di gubug tengah sawah, tersangka langsung melakukan tindakan pencabulan kepada korban.

Korban sempat menjerit, namun tersangka mengatakan supaya jangan melapor kepada
Ibu dari korban.

Setelah itu korban dan tersangka pulang.

Tersangka kemudian memberikan uang kepada korban Rp 50 ribu sambil berkata 'ini buat jajan'.

ilustrasi
ilustrasi uang (Tribunnews.com)

Sesampainya di rumah korban barulah tersangka memijat kakek korban.

Tersangka ditangkap pada Senin (5/10/2020) di rumahnya di Desa Gentawangi RT 01 RW 06, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas.

Polisi menyita barang bukti berupa satu potong baju terusan warna biru, satu kaos dalem warna putih, satu potong celana dalam warna biru muda.

Atas perbuatan tersebut, tersangka dikenakan Pasal 81 dan atau Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 Jo UU Nomor 17 Tahun 2016.

Tentang Penetapan Peraturan Undang Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. 

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved