Viral Keluarga Miskin Tak Mampu Bayar Peti Mati Seharga Rp 2 Juta, Jenazah Telantar di Lantai Garasi

Kisah keluarga miskin tak mampu bayar peti mati dan biaya pemakaman seharga Rp 2,4 juta menjadi viral di Twitter.

Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
Kompas.com
Ilustrasi Peti Mati 

Namun ditolak oleh rumah duka dengan alasan mereka menginginkan pembayaran penuh.

Teman remaja itu kemudian mengunggah bantuan di Twitter.

"Keluarga ini butuh bantuan agar bisa menghelat upacara pemakaman yang layak," kata dia.

Rekannya itu menjelaskan bahwa keluarga dari si anak 19 tahun tersebut miskin, sehingga mereka tak bisa membayar biaya penguburan.

Teman anak itu kemudian meminta agar uang donasi tidak diserahkan ke pihak rumah duka.

Melainkan langsung ke keluarga dengan menyertakan alamatnya.

Akhirnya, sumbangan pun mengalir sehingga mereka bisa membeli peti mati dan menghelat upacara pemakaman dengan layak terhadap anak itu.

Tak hanya itu, pemerintah setempat dilaporkan juga membantu mencarikan lahan di mana jenazahnya bisa beristirahat untuk selamanya.

GADIS 8 Tahun Tewas Akibat Dihukum Lompat di Trampolin NonStop

Dihukum lompat di trampolin, gadis belia usia 9 tahun ini meninggal karena dehidrasi dan kepanasan, juga kelelahan luar biasa gara-gara lompat nonstop, hukuman dari ayah ibunya.

Sepasang suami istri, Daniel (44) dan Ashley Schwarz (34) didakwa dengan kasus pembunuhan atas kematian Jaylin Anne yang berusia 8 tahun.

Mereka memaksa gadis belia tersebut melompat di atas trampolin saat cuaca sangat panas.

Terlalu lama melompat, gadis tersebut meninggal karena dehidrasi.

Keduanya kemudian didakwa pada hari Senin atas kematian gadis 8 tahun tersebut yang terjadi pada Agustus 2020 lalu.

Dalam sebuah pernyataan, polisi Odessa mengatakan, sepasang suami istri ini dibawa ke Pusat Penegakan Hukum Kabupaten Ector.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved