Fakta Ibu Rangga Sebelum Diperkosa Samsul Bahri, Hamil 4 Bulan dan Postingan Sebelum Sang Anak Tewas

Bak terjatuh tertimpa tangga ini dialami ibu muda di Aceh Timur, sebelum menjadi koban Dirudapaksa Samsul Bahri Ibu Rangga ternyata hamil Ini faktanya

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: eko darmoko
Facebook korban DN
Postingan trakhir ibu Rangga sebelum bocah SD tersebut tewas ditangan pemerkosanya. 

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Eko Darmoko

SURYAMALANG.COM - Terangkum fakta Ibu Rangga sebelum menjadi koban Dirudapaksa Samsul Bahri di Aceh Timur.

Bak terjatuh tertimpa tangga ini dialami ibu muda di Aceh Timur pada (10/10/2020).

Bagaimana tidak pasalnya ibu muda yang berinisial DN ini menjadi korban Dirudapaksa.

Tak hanya itu tragisnya wanita ini juga harus kehilangan anaknya yang tewas ditangan pemerkosanya.

Tak hanya itu Ibu Rangga ternyata hamil 4 bulan sebelum diperkosa Samsul Bahri di rumahnya.

Fakta ini diungkap langsung oleh suami DN (28), ibu Rangga yang kini meratapi nasib istri dan anak tirinya. 

Suami DN, berinisial AY juga menceritakan keberadaan dirinya saat istri diperkosa dan anak tirinya dibunuh. 

Peristiwa pembunuhan terhadap Rangga bocah 9 tahun dan pemerkosaan terhadap ibunya, DN terjadi Sabtu (10/10/2020) pukul 02.00 WIB.

Aksi keji yang dilakukan Samsul Bahri berlangsung di rumah DN kawasan Kecamatan Birem Bayeun, Aceh Timur

Saat peristiwa terjadi, Rangga berusaha melindungi ibunya yang hendak diperkosa Samsul Bahri. 

Baca juga: Curhat Ibu Rangga di Postingan Terakhir Sebelum Anaknya Tewas Ditangan Pemerkosanya: Kumpul Bertiga

Baca juga: Sikap Janggal Pembunuh Rangga & Pemerkosa Ibu Muda Tewas di Sel Tahanan, Mogok Makan Beberapa Hari

Postingan trakhir ibu Rangga sebelum bocah SD tersebut tewas ditangan pemerkosanya.
Postingan trakhir ibu Rangga sebelum bocah SD tersebut tewas ditangan pemerkosanya. (Facebook korban DN)

Namun, naas Rangga justru disambit parang oleh Samsul Bahri hingga akhirnya tewas

Sebetulnya saat DN hendak diperkosa, Rangga sudah disuruh lari oleh ibunya, namun tidak mau. 

Bocah yang dijuluki "Pahlawan Kecil" itu nekat teriak dan minta tolong untuk menyelamatkan ibunya. 

Rangga (kiri) bocah SD yang terbunuh dan pelaku Samsul Basri (kanan)
Rangga (kiri) bocah SD yang terbunuh dan pelaku Samsul Basri (kanan) (Suryamalang.com/kolase Serambinews.com)

Setelah peristiwa itu, kepada Serambinews.com (grup SURYAMALANG.COM) suami DN berinsial AY mengaku istrinya sedang hamil 4 bulan sebelum aksi pemerkosaan terjadi. 

AY sendiri begitu setia menemani DN di rumah sakit ketika sang istri dirawat karena luka di tangan.

Diketahui, Rangga merupakan buah perkawinan DN dan mantan suami pertamanya, Fajar Fadly.

Menurut cerita AY, sejak 6 bulan terakhir ini, AY dan korban DN sering pulang pergi ke Kabanjahe bekerja di kebun buah dan sayur, sebulan bekerja lalu pulang, dan sebulan pergi lagi.

Baca juga: Fakta-fakta Pembunuh Rangga & Pemerkosa Ibu Muda Tewas di Sel Tahanan, Penyebabnya Masih Misteri

Baca juga: Curhat Ayah Bocah SD yang Tewas Ditangan Pemerkosa Ibunya, Minta Tak Posting Foto Rangga yang Luka

Korban DN ditemani suaminya, AY, serta keluarga lainnya di RSCM Langsa, Senin (19/10/2020)
Korban DN ditemani suaminya, AY, serta keluarga lainnya di RSCM Langsa, Senin (19/10/2020) (SERAMBINEWS.COM/ZUBIR)

Sendangkan sebelum malam naas itu terjadi, Rangga baru sekitar 10 hari ikut bersama DN dan AY di rumah mereka, Birem Bayeun, Aceh Timur.

Sebelumnya, Rangga sudah tinggal bersama ayah kandungnya Fajar Fadly di Kota Medan. 

Setelah itu Rangga dijemput ibunya karena mau ikut ke Aceh dan tinggal bersama DN.

Rencananya Rangga akan didaftarkan di SD di daerah mereka tinggal di Kecamatan Birem Bayeun itu, karena almarhum sangat ingin tinggal bersama DN agar bisa menjaga ibunya.

Baca juga: Avanza Plat N Tabrak Air Mancur Alun-Alun Suroboyo, Petugas Sebut Pengemudi Tampak Ketakutan

Baca juga: Pacari Selebgram Devina Ciputri, Ade Londok Odading Mang Oleh Pamer Video Mesrah di Depan Mertua

Rangga (Kanan) bocah SD yang terbunuh dan ayahnya yang bernama Fadli Fajar (Kiri)
Rangga (Kanan) bocah SD yang terbunuh dan ayahnya yang bernama Fadli Fajar (Kiri) (Suryamalang.com/kolase Serambinews.com)

Sementara di malam naas itu, AY tidak tak ada di rumah, hanya DN dan Rangga

Sedangkan AY mengaku sedang sedang mencari Ikan di sungai.

Selama ini AY bekerja sambilan sebagai nelayan pemancing di sungai, jika tidak bekerja ke Kabanjahe.

Sementara dilansir dari Akun Facebook D yang diposting ulang oleh mantan suaminya, Fadli Fajar, tampak D sempat memposting foto dengan almarhum.

Foto itu bahkan jadi postingan terakhir D berdua bersama almarhum.

Sebab tak lama setelahnya, D sudah tidak aktif lagi di media sosial.

Entah karena sudah menikah lagi atau karena alasan lainnya.

Rangga dan ibunya sebelum terjadi peristiwa mengerikan di gubuk mereka. (Facebook)
Rangga dan ibunya sebelum terjadi peristiwa mengerikan di gubuk mereka. (Facebook) 

Di foto itu, keduanya berpose bersama sambil melihat ke kamera sambil tersenyum.

Foto itu seperti diambil oleh D di sebuah bus.

D memposting foto itu pada 24 April 2019.

Ia pun menuliskan bahwa Rangga sudah bisa bersama dengannya lagi.

D menyebut Rangga dengan panggilan abang.

"Sekarang abg sama ku

Kemana pun dia dulu yg d perjuangkan

Ada saatnya adek sama kita

Mudah2an bisa berkumpul ber3," tulisnya.

Setelah kejadian naas itu, DN dirawat di rumah sakit sejak Jumat (16/10/2020) di ruang bersalin RSCM Langsa. 

DN mengalami luka bekas bacokan parang pelaku di tangan kanannya. 

Setelah kondisinya membaik kondisi DN pada Selasa (12/10/2020) dibawa pulang ke rumah abang iparnya (abang kandung suaminya sekarang), di Kecamatan Birem Bayeun.

"Istri saya Selasa besok sudah dibolehkan pulang oleh dokter, karena kondisi DN susah membaik, infus juga telah dibuka," ujar AY, Senin (19/10/2020) dikutip dari Serambinews.com artikel 'Ibu Muda Korban Rudapaksa Residivis Keluar RS Besok'

Baca juga: Rekaman CCTV Bayi & Seorang Bocah Jatuh dari Eskalator, 3 Kali Terguling Tak Ada Pengawasan Orangtua

Baca juga: Polisi Cari Identitas dan Penyebab Kematian Mayat Pria yang Ditemukan di Hutan Kemlagi Mojokerto

Rangga (kanan) bocah SD 9 tahun yang terbunuh dan pelaku Samsul Basri (kiri)
Rangga (kanan) bocah SD 9 tahun yang terbunuh dan pelaku Samsul Basri (kiri) (Suryamalang.com/kolase SERAMBINEWS.COM)

Suami koban menambahkan, setelah keluar dari RSCM Langsa ini, ia dan korban DN akan tinggal sementara di rumah abang AY, di Kecamatan Birem Bayeun tersebut.

Diakui AY, menyangkut ada ditawarkannya rumah singgah oleh pihak DP3A dan KB Aceh Timur, sebagai tempat tinggal sementara ke depannya, mereka akan mempertimbangkannya.

"Rumah singgah yang ditawarkan oleh DP3A dan KB Aceh Timur, apakah istri saya mau atau tidak, saya serahkan keputusannya sama dia, saya ikuti kemauan dia saja (korban)," sebut AY mengakhiri perbincangan singkat itu.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved