Nasib Gadis SMP yang Putuskan Menikah Karena Tak Punya HP untuk Sekolah Online, Harus Bayar Denda

Kisah pernikahan gadis SMP yang menikah dengan remaja 17 tahun karena tak punya HP untuk sekolah online itu sontak menjadi viral di Facebook.

Penulis: Frida Anjani | Editor: eko darmoko
Tribunnews
Ilustrasi pernikahan dini 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Eko Darmoko

SURYAMALANG.COM - Inilah nasib gadis SMP yang putuskan menikah lantaran tak punya HP untuk sekolah online

Kisah pernikahan gadis SMP yang menikah dengan remaja 17 tahun karena tak punya HP untuk sekolah online itu sontak menjadi viral di facebook.

Kini, gadis SMP di Lombok Tengah, NTB  itu harus membayar dendam Rp 2 juta lantaran telah menikah di usia dini.

Pernikahan yang dilakukan EB (15) dan UD (17) mendapatkan sorotan.

Pernikahan pasangan pengantin EB (15) dan UD (17) yang masih belia ini ramai dibicarakan setelah diunggah di Facebook.

Nasib Gadis SMP yang Putuskan Menikah Karena Tak Punya HP untuk Sekolah Online, Harus Bayar Denda
Nasib Gadis SMP yang Putuskan Menikah Karena Tak Punya HP untuk Sekolah Online, Harus Bayar Denda (Unicef)

Baca juga: Pengakuan Tak Terduga Siswi SMP yang Melakukan Pernikahan Dini, Tak Punya HP untuk Belajar Daring

Baca juga: Tak Punya HP, Siswi SMP di Lombok Putuskan Menikah Gara-gara Tidak Bisa Ikut Belajar Online: Bigung

Meski telah membawa pujaan hatinya, UD sang pengantin pria harus membayar denda total Rp 2,5 juta karena nekat menikah di usia dini.

UD didenda lantaran menikahi EB yang duduk di bangku SMP.

"Ya, denda itu diberlakukan sekolah, sebesar Rp 2 juta rupiah, karena si gadis masih sekolah. Bagi kami, itu dilakukan sekolah untuk antisipasi agar pernikahan di usia sekolah urung dilakukan," kata Kepala Dusun Kumbak Dalem, Desa Setiling, Lombok Tengah, Abdul Hanan, Minggu (25/10/2020) dikutip dari Kompas.com.

Selain didenda pihak sekolah, UD juga harus membayar uang denda pada kakak kandung laki-lakinya sebesar Rp 500.000 karena mendahuluinya menikah.

"Ini aturan adat, dan besarnya disepakati sesuai permintaan kakak kandungnya," kata Hanan.

Pasangan yang menikah pada 10 Oktober 2020 lalu dan melangsungkan resepsi mereka 24 Oktober 2020 itu, kini menjalani hidup berumah tangga.

Abdul Hanan mengatakan, pihaknya memilih menikahkan keduanya, karena khawatir akan pergaulan anak muda saat ini.

"Kami kan tidak tahu apa yang mereka lakukan, jadi ya mesti dinikahkan, bukan berarti saya setuju pernikahan dini, tapi ini seperti buah simalakama," kata Hanan.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved