Trauma Balita yang Dianiaya Paman dan Bibi Saat Orang Tua Dipenjara, Selalu Ucap 'Minta Maaf Om'
Kisah balita dianiaya paman dan bibinya saat orang tuanya di penjara. Siapa sangka bocah ini alami trauma hingga sering ucap kata maaf.
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Adrianus Adhi
Hal itu disebabkan lantaran paman dan bibi korban kerap memukuli bagian tersebut.
Melansir Kompas.com: Kisah di Balik Balita yang Kerap Bilang "Maaf", Orangtua Dipenjara, Trauma Dianiaya Paman dan Bibi, Alasannya, korban kerap buang air di celana.
"Kan bodoh kelakuan itu. Itu yang paling fatal. Ditanya kenapa harus kemaluannya?
Katanya karena dia pipis, Pak biar dia ingat. Waduh bagaimana nanti kalau tak bisa pipis gimana?" kata Yasir menceritakan ketika penyidik bertanya ke paman dan bibi korban.
Pertama kali diketahui tetangga

Baca juga: Hilang Sehari, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam di Waduk Dawuhan, Madiun
Baca juga: Tangis ART Ini Pecah, 17 Tahun Mengabdi hingga Dapat Hadiah Rumah Mewah 2 Lantai dari Artis Cantik
Peristiwa penganiayaan tersebut pertama kali disadari olah para tetangga korban.
Semenjak tinggal dengan paman dan bibinya, balita itu memang jarang keluar rumah.
Betapa terkejutnya tetangga ketika melihat balita tersebut keluar rumah dalam kondisi lebam-lebam di badan.
"Baru kemarin itu dia keluar, tiba-tiba ke depan halaman tetangganya. Minta minum kehausan. Di situ tetangganya pada melihat kok lebam-lebam gitu," tutur Yasir.
Luka lebam terdapat di bagian tangan, dada dan wajah Bocah itu.
Kehausan dan tak diberi makan
Korban keluar dari rumah lantaran tak kuat menahan haus.
Ia pun menghabiskan minuman yang diberikan oleh tetangga sembari berdiri di depan pintu.
Masih terlihat haus, balita itu juga meminum botol air mineral yang disodorkan kepadanya.
Yasir mengatakan, anak itu juga kerap tak diberi makan.