Breaking News:

Bidan NN Sudah 14 Tahun Layani Aborsi di Pandeglang, Pasang Tarif Rp 2,5 Juta

Bidan berinisial NN (53) diduga sudah membuka praktik aborsi selama 14 tahun di Klinik Sejahtera, Pandeglang.

Kompas.com
Ilustrasi. 

SURYAMALANG.COM - Bidan berinisial NN (53) diduga sudah membuka praktik aborsi selama 14 tahun di Klinik Sejahtera, Pandeglang.

Polisi menangkap sang bidan, asisten bidan berinisial E (38), dan pasien berinisial RY (23) dalam penggerebekan pada Minggu (1/11/2020).

"Karena cukup rapi, hanya pasien tertentu yang bisa masuk ke sana. Lokasinya memang masih sepi," kata Kombes Nunung Safruddin, Direktur Reskrimsus Polda Banten, Selasa (3/11/2020).

Kepada polisi, NN mengungkap pasiennya berasal dari daerah di sekitar Pandeglang, seperti Kota Serang, Lebak, sampai Cilegon.

Diduga NN sudah melakukan aborsi pada 100 pasien lebih.

Untuk menggugurkan kandungan, NN mematok tarif Rp 2,5 juta.

Sementara itu, RY datang ke klinik tersebut untuk mengggurkan kandungannya yang berusia satu bulan.

Diduga RY hamil dari hubungan gelap.

"Wanita muda itu tidak mengehendaki kelahiran bayi di dalam kandungannya. Diduga bayi itu hasil hubungan gelap," kata Kombes Pol Edy Sumardi, Kabid Humas Polda Banten.

Kepada polisi, bidan NN mengaku telah melakukan aborsi kepada RY.

"Bidan itu mengaku baru saja melakukan aborsi sesuai permintaan," kata Edy.

Dalam kasus ini polisi menyita barang bukti berupa buku catatan, baskom, gunting, penjepit, alat suntik, obat injeksi, dan uang Rp 2,5 juta.

"Menurut kami, ini ilegal dan berisiko terhadap kematian," ujar Edy.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Mereka Tak Menghendaki Anak di Luar Nikah"", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2020/11/03/13300071/-mereka-tak-menghendaki-anak-di-luar-nikah-?page=all#page2

Editor: Zainuddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved