Breaking News:

Pilkada Malang 2020

Cucu Pendiri NU Ajak Masyarakat Beli Kebutuhan di Warung Tetangga

Peningkatan daya beli masyarakat coba digaungkan oleh Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Malang 2020, Lathifah Shohib

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
Malang Bangkit
Calon Bupati Malang dari PKB Lathifah Shohib mengunjungi warung saat berkampanye di Kecamatan Bantur pada Senin (3/11/2020). 

SURYAMALANG.COM | MALANG - Peningkatan daya beli masyarakat coba digaungkan oleh Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pilkada Malang 2020, Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono. Gerakan yang akan dimasifkan Lathifah bertajuk ajakan belanja di warung tetangga.

"UMKM merupakan sektor yang  langsung berkaitan dengan ekonomi riil. Ekonomi kerakyatan dan memang salah satu cara untuk bangkit secara ekonomi pasca Pandemi adalah dengan menggerakkan sektor ini," terang Lathifah melalui tim Malang Bangkit ketika berkampanye di Kecamatan Bantur pada Senin (1/11/2020).

Kata Lathifah, belanja di warung tetangga punya urgensi yang penting. Jika terpilih menjadi Bupati Malang, wanita yang akrab disapa Bu Nyai ini akan menggelontorkan bantuan modal dan alat usaha bagi pelaku bisnis tersebut. 

Skema pemberian modal bisa diberikan dari subsidi maupun bekerja sama dengan koperasi yang ada di Kabupaten Malang.

"Koperasi itu penting. Karena lembaga keuangan ini sudah teruji pada saat krisis ekonomi pada tahun 1998 semua lembaga keuangan mengalami kolaps namun koperasi masi tetap berdiri tegak karena menerapkan sistem gotong royong. Alhamdulilah saya juga lama menjadi pengurus koperasi An Nisa jadi memahami dunia koperasi," ungkap Bu Nyai.

Setelah permodalan, Cucu Pendiri NU menekankan akan pentingnya marketing atau pemasaran.

Salah satu program yang dilakukan adalah dengan membuat regulasi, di mana produk UMKM bisa masuk dan bekerja sama dengan toko modern.

Seusai permodalan selesai, pemasaran produk UMKM dan juga pelatihan manajemen keuangan pelaku usaha menjadi hal yang sangat penting.

 Pasalnya, produksi tanpa pemasaran yang baik akan merugikan pelaku UMKM.

"Termasuk kita giatkan membeli di warung tetangga, agar roda perputaran uang bisa jalan. Saya ambil contoh anggota Fatayat dan Muslimat jumlahnya ribuan, jika satu produk keripik tempe bisa dipasarkan ke kalangan ibu-ibu maka sudah terjual ribuan, nah skema-skema seperti ini sudah kami peta kan dengan baik," kenang Lathifah.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved