Breaking News:

Berita Gresik Hari Ini

Kronologi Pembunuhan Sadis Siswa SMP di Gresik, Korban Sempat Minta Ampun ke Pelaku

Tersangka berinisial SNI (16) dan MSK (15) memperagakan 23 adegan dalam rekonstruksi pembunuhan siswa SMP berinisial AAH.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Willy Abraham
Evakuasi mayat remaja yang mengapung di kubangan air Bukit Jamur, Bungah, Gresik. 

SURYAMALANG.COM, GRESIK - Tersangka berinisial SNI (16) dan MSK (15) memperagakan 23 adegan dalam rekonstruksi pembunuhan siswa SMP berinisial AAH.

Rekonstruksi digelar secara tertutup di Mapolres Gresik, Senin (9/11/2020).

Kuasa hukum tersangka, Sulthon Sulaeman mengatakan 23 adegan mulai tersangka mengajak korban sampai merencanakan pembunuhan.

"Dalam adegan 20, 21, 22, dan 23 terlihat proses penganiayaan, mulai dipukul sampai ditenggelamkan lagi ke dalam kubangan air sedalam 2,5 meter," ucap Sulthon kepada SURYAMALANG.COM.

Setelah pembunuhan itu, dua tersangka tersangka dihantui oleh korban AAH.

Menurutnya, dua tersangka itu mengaku melihat jasad korban tidur di samping mereka.

"Saat terbangun, tersangka melihat jasad korban tepat di sampingnya. Kadang terdengar korban memanggil nama mereka," tambahnya.

Saat proses penganiayaan, korban sempat menangis dan memanggil ibunya.

Bahkan korban minta ampun agar dua tersangka itu berhenti memukul.

"Korban sempat menangis dan memanggil ibunya, tapi tersangka menyuruh agar korban diam. Kemudian tersangka memukul korban."

"Saat dilempar ke dalam kubangan air, kondisi korban masih hidup," terangnya.

MSK mendatangi lokasi di Bukit Jamur pada keesokan harinya. Dia melihat jasad korban mengapung.

Lalu MSK mendorong dan menenggelamkan jasad itu menggunakan kayu.

"Korban didorong kayu tapi tidak tenggelam. Akhirnya tersangka masuk ke dalam kubangan, dan menginjak jasad korban agar tenggelam," terangnya.(Willy Abraham)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved